Mohon tunggu...
Aldi Nur Fadilah
Aldi Nur Fadilah Mohon Tunggu... event and wedding organizer

Aouthor of book Pesan Untuk Semesta || Pegiat Sosial || Tourism Ambassador Of Pangandaran || Duta Baca Jawa Barat

Selanjutnya

Tutup

Politik

Intrik Politik dan COVID-19

22 Maret 2020   11:34 Diperbarui: 22 Maret 2020   11:59 372 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Intrik Politik dan COVID-19
victorynews-5e76f14c097f36400710f3b2.jpg

Penyebaran virus COVID - 19 tengah menjadi pandemi kehawatiran warga dunia. Berbagai kegiatan harus ditunda atau menyesuaikan dengan protokol penanganan virus tersebut. Dampak yang diberikan COVID-19 tidak hanya gangguan kesehatan, psikis, dan ketakutan, namun sistem sistem politik indonesia pun ikut kena batunya.

Saat ini memang pemerintah fokus terhadadap pencegahan tersebut. Di sisi lain intrik politik dan pemerintahan menjadi pembicaraan yang tetap berjalan di tengah-tengah media pemberintaan.

Adanya pertanyaan tentang hilangnya Menteri Pertahanan bapak Prabowo Subianto menjadi isu intrik politik yang tidak baiknya untuk di bahas.

Karena Covid - 19 ini merupakan serangan non militer bagi setiap negara. Tentunya bukan lagi tugas menteri pertahanan untuk penanganan ini semua. walaupun dalam Permenhan No. 22/2017 atur perlibatan TNI dalam penanggulangan penyakit menular. di duga sebagai pengalihan isu. "justru kalau ancaman non militer ya bukan menhan leading sector-nya" -khairul fahmi, pengamat militer dari institute for security and strategic studies (ISESS)

Selaku wabah virus yang ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), keterlibatan berbagai lembaga dan sektor tentu saja sangat diharapkan dalam menanggulangi wabah virus Corona (Covid-19) yang kasusnya terus meningkat di Indonesia.

Per 19 Maret 2020, tercatat terdapat 309 kasus Covid-19 di Indonesia. Getirnya, dengan angka kematian yang mencapai 25 kasus atau 8 persen, Indonesia menempatkan diri sebagai salah satu negara dengan persentase kematian akibat Covid-19 tertinggi dunia.

Sebagai pembanding, Tiongkok yang merupakan negara dengan kasus Covid-19 terbanyak dengan 81.102 kasus, justru hanya memiliki presentasi kematian sebesar 3,99 persen atau 3.241  kasusa.

Terlebih lagi dengan adanya prediksi bahwa angka kasus akan terus meningkat dan memuncak ketika lebaran, tentu tidak mengejutkan apabila sejumlah pihak kemudian menyimpulkan bahwa wabah Covid-19 telah termasuk ke dalam kategori ancaman negara non-militer.

Kemudian dari berbagai pihak  tertentu mempertanyakan keberadaan Menhan di tengah mewabahnya COVID - 19. Seabagai pimpinan yang membawahi kekuatan TNI, tentunya kebaradaan beliau sangat dinanti bagi para fanatik Prabowo.

Ketua umum partai Gerinda tersebut sangat banyak diharapkan untuk ikut andil memberikan sosialisasi terkait penanggulangan virus COVID -19 bersama bersatu dengan pemerintah.

Sebagai pembanding atas isu intrik politik, ada baiknya kita berkaca pada negara India yang merupakan negara dengan kependudukan yang sama seperti indonesia.

Menariknya, di India justru Kementerian Pertahanan yang justru terlihat aktif dalam menyikapi pasien COVID-19, bahkan ada tambahan untuk segala fasilitas karantina. Langkah tersebut membaca dari data bahwa akan ada 400 warga negara India yang akan pulang dari Iran.

Negara serupa Menhan Inggris Ben Wallace yang meyiapkan 20 ribu pasukan untuk mengantisipasi meningkatnya virus COVID-19. Tidak hanya itu pemulangan warga dari negara-negara yang di positifkan seperti Jepang, Korea dan Tiongkok terkena wabah menjadi kesibukan lain bagi Menhan Inggris.

Alex ward dalam tulisannya di Vox juga menjabarkan bagaiman besarnya peran militer Amerika Serikat dalam menanggulangi ancaman non-militer, seperti COVID-19, menurut Ward sudah hampir seabad militer AS terlibat dalam penangan krisis dunia seperti ini.

Dalam keterangannya, Menhan AS Mark Esper bahkan telah menegaskan bahwa Pentagon akan memberikan berbagai bantuan, seperti menyediakan 2.000 ventilator dan 5 juta respirator, serta menawarkan laboratorium untuk menguji warga sipil terhadap Covid-19.

Alex Ward dalam tulisannya di Vox juga menjabarkan bagaimana besarnya peran militer Amerika Serikat (AS) dalam menanggulangi ancaman non-militer, seperti wabah Covid-19. Menurut Ward, militer AS bahkan telah terlibat selama lebih dari seabad dalam menangani krisis medis di seluruh dunia.

Capaian itu memang tidak terlepas dari kapabilitas militer AS yang diketahui memiliki keahlian untuk membantu perawatan medis, membangun rumah sakit mobile army surgical hospital (MASH), menyediakan tempat tinggal dan makanan, peralatan medis, serta untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Pada kasus Covid-19, militer AS diketahui telah terjun ke berbagai daerah, seperti Georgia, Florida, dan New York untuk melakukan berbagai langkah penanggulangan.

VIDEO PILIHAN