Mohon tunggu...
Agung Christanto
Agung Christanto Mohon Tunggu... Guru - Pendidik untuk asa tunas muda dunia
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Berjuang dalam tulisan dengan hati nurani dan menginspirasi Bagi sesama...serta mengetuk relung-relung hati sesama.. 🙏

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kuncung

9 Mei 2020   21:20 Diperbarui: 9 Mei 2020   21:19 51
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Saat ku  ingat lagu Pak de.. 

Didi Kempot yang berjudul kuncung.. 

Hati ku tergerak.. Atas permenungan liriknya

Yang mendalam.. Ku ingat 

Dulu kecil ku sering mandi di sungai yang jernih berlarian telanjang dada

Ada batu di dasar sungai yang jernih ku gosok dengan bersih..

 Segala daki dan kotoran melekat karena lengket bersatu dengan keringat di tubuh selesai bermain .. 

Sungguh indah rasanya... Bersama teman sebaya.. Bermain bersama.. 

Di jernihnya  air yang tak tercemari limbah... 

Kukagum kesadaran pendahulu kita.. 

Yang harus kita lestarikan agar anak cucu kita

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun