Mohon tunggu...
Telisik Data
Telisik Data Mohon Tunggu... Penulis - write like nobody will rate you

Fakta dan data otentik adalah oase di tengah padang tafsir | esdia81@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

RISHA, Solusi Rumah Instan yang Murah dan Tahan Gempa

25 Agustus 2018   02:29 Diperbarui: 25 Agustus 2018   06:09 4141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Rangkaian gempa Lombok yang terjadi beruntun sejak 29 Juli 2018 merupakan salah satu bencana alam terbesar setelah tsunami di Aceh tahun 2006. 

Tercatat ada 555 orang korban jiwa dan ribuan penduduk lainnya mengalami luka. Mereka pada umumnya tertimpa bangunan tidak tahan gempa sehingga tidak memenuhi standar keselamatan. Mereka yang selamat, mendekati angka 400.ooo orang,  tinggal di pengungsian untuk menghindari ratusan gempa susulan. 

Kerusakan material akibat  gempa dengan kekuatan terbesar 7 skala richter tersebut juga sangat besar.

Kurang lebih 80.528 rumah rusak berat dan ringan, serta ratusan bangunan pemerintah dan sekolah ikut porak poranda. Perkiraan nilai total kerugian sudah mencapai 7,45 triliun rupiah, sehingga pemerintah pun harus menyediakan anggaran perbaikan cukup besar. Saat ini anggaran yang dialokasikan sebesar 4 triliun rupiah.

Prioritas utama pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah program pembangunan rumah warga. Saat ini target terdata sekitar 11.000 rumah yang pelaksanaannya  akan dimulai 1 September 2018 nanti.

Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah mengagendakan pembangunan Rumah Instant Sederhana dan Sehat yang disingkat RISHA. Rumah ini diklaim Kementerian PUPR sebagai model rumah yang tahan gempa hingga 8 skala richter, jadi siap untuk selamat mengantisipasi bencana yang sama pada masa mendatang.

Keunggulan rumah model RISHA

RISHA merupakan produk teknologi konstruksi dengan konsep knock-down hasil penelitian Puslitbang Permukiman sejak tahun 2004.

Konsep ini dikembangkan berdasarkan kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana terutama gempa bumi. 

Selain itu faktor demografi, dan ekonomi juga turut dipertimbangkan yaitu banyaknya penduduk miskin yang belum mampu memenuhi salah satu kebutuhan primer yaitu papan (rumah).

Sasaran utama penerapan model rumah ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah dan perumahan pengungsi pasca bencana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun