Mohon tunggu...
Agung Christanto
Agung Christanto Mohon Tunggu... Guru - guru SMA
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Dari Nol Menuju Puncak, Berbagi Inspirasi dengan Keteguhan Hati

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Syukur Pagi

18 Mei 2024   14:25 Diperbarui: 18 Mei 2024   14:26 90
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di ufuk timur mentari bersinar,
Menyapa dunia dengan hangatnya sinar.
Burung-burung bernyanyi merdu di udara,
Membawa melodi syukur ke semesta raya.

Kuhirup udara pagi yang segar,
Merasakan berkat dan kasih Tuhan yang luar biasa.
Setiap hembusan nafas adalah anugerah,
Setiap detik kehidupan penuh makna.

Dunia tak cukup untuk memuat limpahan kasih-Nya,
Syukurku tak terhingga atas semua kebaikan-Nya.
Hanya kesaksian hidup yang bisa kupersembahkan,
Sebagai ungkapan rasa syukur yang tak terhingga.

Kebaikan dan kebenaran Tuhan tak terkira,
Menuntun hidupku di jalan yang benar.
Kupercayakan diri kepada-Nya dengan penuh iman,
Menjalani hari dengan penuh sukacita dan damai sejahtera.

Syukurku pagi ini, untuk semua berkat dan rahmat-Nya,
Untuk kesehatan, kekuatan, dan kesempatan yang diberikan-Nya.
Kiranya aku dapat menjalani hari ini dengan penuh makna,
Melakukan segala sesuatu dengan kasih dan kebenaran-Nya.


Berkat dan kasih Tuhan yang mewarnai hidupku
Nyata dalam setiap hembusan nafas,
Dunia pun tak cukup untuk memuat
Limpahan kasih-Nya kepadaku.

Kiranya hanya kesaksian hidup
Akan kebenaran-Nya
Yang bisa mengungkap dan menggambarkan
Besarnya kebaikan dan kebenaran Tuhan.

Di setiap pagi yang baru,
Aku bersyukur atas cinta-Mu,
Yang terus menerangi jalanku
Dengan kasih dan kebijaksanaan-Mu.

Meskipun dunia penuh dengan batasan,
Anugerah-Mu tak pernah berkurang.
Dengan hati penuh syukur,
Aku melangkah dalam terang-Mu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun