Mohon tunggu...
Agate Level Up
Agate Level Up Mohon Tunggu... Game Developer -

Gamification Development and Learning Solutions Provider company based in Bandung. Visit our website: agatelevelup.id

Selanjutnya

Tutup

Gadget

Kepentingan Gamification Pada CRM

11 Juli 2018   09:46 Diperbarui: 11 Juli 2018   09:45 379
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

CRM (Customer Relationship Management) merupakan salah satu software penting bagi sebuah perusahaan bisnis dimana kesetiaan dan kepuasan dari pelanggan adalah segalanya. Akan tetapi tidak semua pegawai di bidang sales akan menyukai pekerjaan input data. Tidak ketika mereka bisa di luar sana untuk memperbanyak penjualan dan mencapai kuota mereka.

Apa itu CRM?

"CRM is a technology for managing all your company's relationships and interactions with customers and potential customers." -Salesforce

Singkatnya, CRM adalah sebuah proses dimana pegawai sales akan memasuki data dari pelanggan dan berinteraksi dengan pelanggan dan calon pelanggan untuk mendapatkan informasi yang bisa direferensikan dalam masa depan. Tetapi jika Anda benar-benar tidak tahu apa itu CRM, ada gunanya juga untuk mengerti konteks tersebut sebelum melanjuti artikel ini. Dan mungkin mencari tahu tentang CRM lebih rinci dan alasan-alasan sales tidak ingin menggunakanannya agar tahu juga kaitan dasarnya dengan gamification.

Mengapa CRM memperlukan gamification?

Gambar via softwareadvisoryservice.com
Gambar via softwareadvisoryservice.com
Jika Anda sama sekali tidak asing dengan perangkat lunak yang biasa digunakan untuk CRM, anda akan menyadari bahwa CRM biasa lebih berbentuk seperti software enterprise. Dengan menu yang membosankan, padat dan sering-waktu membingungkan. Masalah yang timbul karena ini biasa berbentuk ketidak-tertarikannya seorang pegawai untuk menggunakan program tersebut. Dan jika software yang telah di license ini tidak digunakan, itu hanya akan berarti kerugian bagi perusahaan yang telah berinvestasi pada CRM.

Gamification bekerja untuk membuat seluruh proses ini lebih menarik dan bahkan menjadi menyenangkan untuk digunakan. Dan walau banyak akan merasa enggan untuk mengaitkan pekerjaan dan kesenangan, jika para pegawai sales senang melakukan kerja mereka, maka itu sendri sudah fakta mereka menjadi lebih produktif. 

Dan ketika para pegawai sales awalnya bahkan berniat untuk bermalas-malasan untuk memakai program tersebut, maka membuatnya menyenangkan akan memperbaiki masalah tersebut dan melampauinya. Dan jika anda masih merasa skeptis, silahkan cari analisa lebih lanjut mengenai kenapa gamification CRM merupakan sangat vital dalam 2018 dan kedepannya.

Popularitas CRM yang gamified

agate.id
agate.id
Baru-baru ini telah di katakan bahwa CRM yang memiliki aspek gamification merupakan sebuah trend baru yang melibatkan gamification. Dan telah diakui pula bahwa alasan hal tersebut menjadi sebuah trend baru, sekedar karena memang berfungsi dengan baik.

Dengan satu-satunya kelemahan menggunakan CRM---bahwa menggunakannya tidak menarik perhatian pegawai---CRM yang telah di gamify hanya dapat memberi keuntungannya pada Anda dan perusahaan Anda. Keuntungan itulah yang membuat semua orang merasa wajar sekali untuk memiliki CRM. Dan dengan kebanyakan software pihak ketiga hari-hari ini sudah melalui gamification, berinvestasi untuk mendapatkan CRM yang gamified tidak pernah lebih mudah.

Resiko dalam gamification CRM

Gambar via Pexels
Gambar via Pexels
Tetapi, bahkan dengan semua kebaikkan dan keuntungan yang bisa didapat dari ini, tetap banyak sekali yang bisa digagalkan ketika Anda ingin berinvestasi pada sebuah strategi baru. 

Apalagi jika anda hanya sekedar startup dan belum memiliki dana yang bisa kembali jika rencana tersebut benar-benar gagal. Dan seperti banyak sekali strategi atau rencana untuk memperbagus kinerja perusahaan Anda, gamification CRM tidak jauh berbeda. Dan dari fase awal di implementasinya saja, Anda akan sudah bisa melihat apa rencana tersebut akan bekerja atau gagal telak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun