Mohon tunggu...
Afif Auliya Nurani
Afif Auliya Nurani Mohon Tunggu... Guru - Pengajar

Semakin kita merasa harus bisa, kita harus semakin bisa merasa

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Aku, Kepompong, dan Seribu Patahan Hati

27 April 2018   23:58 Diperbarui: 28 April 2018   00:24 1290
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Steve Greer Photography

"Oke, nanti saja debatnya. Yang jelas aku ingin menyampaikan beberapa hal kepadamu"

"Eh... Apa itu?"

"Pertama, aku turut berduka atas seribu hatimu yang patah"

Aku melengos. "Ya, terima kasih. Lalu?"

"Kedua, ini amatlah penting. Sesungguhnya hanya ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga hati kita supaya tidak patah saat jatuh"

"Hmm... Apa itu?"

"Semua itu ada dalam diri kami, para kepompong. Semoga kamu bisa memahami dan menerapkannya dalam kehidupan"

"Maksudmu, hidup seperti kalian?"

"Bukan begitu, cantik. Yang perlu kamu lakukan adalah petikan dari apa yang kami lakukan setiap hari, yaitu berdiam, berbenah, dan berdo'a.

Berdiam, bukan berarti kamu hanya duduk terpaku merenung merana menggenaskan seperti ini, ya. Berdiam di sini dalam arti kamu tidak melakukan hal-hal yang menyimpang atau tidak bermanfaat saat jatuh hati. Seperti cari perhatian, posting status tentang ke-galau-an, atau bahkan memberi kode sana-sini.

Berdiam juga bukan soal apatis. Justru saat berdiam, kamu harus mengalihkan energimu ke arah positif. Misalnya menyibukkan diri dengan terus belajar, aktif berorganisasi, daaan masih banyak lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun