Mohon tunggu...
Brader Yefta
Brader Yefta Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis untuk berbagi

Just Sharing....Nomine Best in Specific Interest Kompasiana Award 2023

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Geng Sekolah, Isinya 'Indonesia Mini' dan Kenangan Bersama

29 April 2021   16:41 Diperbarui: 30 April 2021   21:01 1278
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Namanya juga tetanggaan, dengan deretan hunian tak berpagar ala-ala tahun 80 an hingga 90 an. Interaksi lepas dan begitu dekat. 

Bahkan logat dan intonasi kekhasan daerah asal, yang meski sudah lama merantau, masih bisa terdengar dalam komunikasi sehari-hari di rumah mereka.Unik ya...hehe.  

Geng Sekolah di SMP

Tak ada nama yang dilekatkan pada Geng kami. Cuman dibilang geng karena kemana -mana seringan bersama. 

Cowok -cowok ababil alias abg labil. Baru terkaget -kaget dengan proses akil balik dan mengapa tubuh saya jadi begini (hehe) ditambah pencarian aktualisasi diri. 

Punya 5 orang teman akrab, Ada si Roni, anak Bekasi yang dulunya ngga mau dibilang orang Jakarta tapi orang Jawa Barat. 

Tubuhnya gemuk, berkulit putih dan rambut lurus. Tingginya sama dengan saya. Di bawah 170 cm. 

Sepintas terlihat seperti orang Chinese, tapi ndak sipit. dan berkulit putih. 

Roni asli Sunda, tapi lahir dan besar di daerah karena orang tuanya lama berdinas di sini.Meski demikian, dia masih bisa ngomong sunda

Selanjutnya ada Rais, putra Makassar. Paling ganteng kata cewek-cewek di sekolah. Mirip Anjasmara muda.Tubuhnya paling tinggi diantara kami semua. 

Lalu ada Edwin, nyong Manado yang kulitnya putih bangett. Dari Edwin dan keluarganya, saya jadi tau istilah dan komunikasi sehari-hari khas Sulawesi Utara. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun