Mohon tunggu...
Haposan Lumbantoruan
Haposan Lumbantoruan Mohon Tunggu... Freelancer - Pessenger

Pemula yang memulai hobi dengan membaca buku dan koleksi buku, menulis, sepakbola dan futsal, musik, touring dan traveling serta suka (doakan) kamu:)

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Perjalanan Seragam Sekolah, antara Kenangan dan Tantangan Masa Kini

17 April 2024   18:15 Diperbarui: 17 April 2024   21:02 169
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi photo penulis ketika SD. (Sumber Gambar: dokpri/Haposan Lumbantoruan)

Rabu, 17 April 2024 sekitar jam-jam siang tidak sengaja saya mendengar percakapan dua orang anak lelaki yang sedang duduk-duduk santai di dekat pinggiran jalan sambil memakan gorengan dan di tangan satunya memegang minuman es dingin, yang kemungkinan baru pulang dari sekolahnya.

Saat menjadi pendengar yang "budiman," lantas aku pun bertanya ke salah seorang anak SD tersebut. "Ada apa dengan seragam sekolah kalian, dek? Pas Abang dengar-dengar kalian lagi ngobrolin tentang seragam sekolah, Abang pun lagi pas baca berita di Kompasiana.com tentang persoalan seragam nih. Handphone adek bagus tuh, merek iPhone lagi. iPhone berapa tuh, dek?" ucapku penuh tanya ke salah seorang anak SD tersebut.

"Hahaha, iPhone dua belasnya (12) ini, Bang! Iya, aku baru dapat berita juga di TikTok tentang seragam sekolah yang sedang viral nih, Bang." jawab salah seorang anak yang memiliki Handphone iPhone tersebut.

Usut punya usut, ternyata kedua anak tersebut bersekolah di SD Nasional Gultom, jalan Pelita IV, No.90, Sidorame Barat II, Kec. Medan Perjuangan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Dari pengalaman berharga tersebut, saya langsung teringat tatkala ketika saya dahulu masih SD di tahun 2001. Masa itu, saya begitu antusias sekali ketika memiliki seragam sekolah yang baru dibelikan oleh Mama saya.


Masa itu adalah masa di mana ketika memiliki seragam sekolah baru, kita sebagai anak sekolah yang hidup di tahun itu sangat senang, merasa keren dan memiliki kepercayaan diri sangat tinggi serta memiliki perasan bangga bahkan seraya kita memamerkan kepada teman-teman SD kita bahwa kita punya baju baru sekolah.

Apalagi jika di tahun itu, menurut hemat saya hampir sebagian orang tua (ibu) akan membelikan seragam sekolah baru anak-anaknya pastilah berukuran besar, tidak sesuai badan anak-anaknya agar maksud dari orang tua kita itu adalah bisa dipakai kembali saat kenaikan kelas nanti tanpa membeli seragam baru lagi.

Mengingat polemik yang sedang terjadi perihal pergantian seragam sekolah akhir-akhir ini, menurut hemat saya apa pun kebijakan dari pemerintah tentang pergantian seragam sekolah, janganlah sampai menghambat esensi dari pendidikan itu sendiri.

Proses belajar mengajar, itulah yang utama dan sangat penting serta urgensinya tinggi. Seragam adalah sebuah estetika dari pendidikan itu sendiri.

Pergantian seragam sekolah baru atau pun tidak, itu hanyalah persoalan teknis semata menurut hemat saya. Jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada di beberapa negara lain, seragam sekolah tidak menjadi persoalan dalam proses pembelajaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun