Mohon tunggu...
Adica Wirawan
Adica Wirawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - "Sleeping Shareholder"

"Sleeping Shareholder" | Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

"Peraturan Ganjil Genap" Khusus untuk Para Investor

10 September 2019   09:01 Diperbarui: 11 September 2019   17:24 299
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
philip fisher (sumber: www.stockopedia.com)

Dari situ, kita mengetahui bahwa Livermore sebetulnya tidak asal memilih saham. Ia melakukan perhitungan secara cermat sebelum bertransaksi. Dengan melaksanakan peraturan yang dirumuskannya sendiri, ia sering menang telak di bursa saham.

2. Value Investing

Gaya investasi ini umumnya dianut para penggemar Warren Buffett. Buffett memang dikenal sebagai investor nilai. Ia umumnya senang membeli saham perusahaan berfundamental bagus, yang dihargai sangat murah.

Dalam melakukan aktivitas investasinya, Buffett memiliki 2 peraturan: "Peraturan pertama, jangan kehilangan uang; peraturan kedua, jangan lupakan peraturan pertama." 

Agar tidak kehilangan uangnya di pasar saham, Buffett melakukan analisis secara cermat. Ia mengandalkan analisis fundamental dalam menilai suatu saham.

warren buffett (sumber: https://akcdn.detik.net.id)
warren buffett (sumber: https://akcdn.detik.net.id)
Setelah menemukan "saham idaman"-nya, Buffett tidak langsung membelinya. Ia akan menunggu cukup lama hingga saham tadi dihargai sangat murah. Biasanya peluang itu muncul saat terjadi resesi ekonomi karena pada waktu itulah semua saham, yang bagus maupun yang jelek, diobral besar-besaran.

Sampai detik ini, Buffett masih setia memegang teguh peraturan investasinya tersebut. Ia enggan berpaling kepada peraturan investasi lain. Ia tahu kalau memakai peraturan yang berbeda, ia mesti siap menanggung kerugian.

3. Growth Investing

Philip Fisher menyukai gaya investasi ini. Ia adalah salah satu investor yang menyukai pertumbuhan harga saham dari waktu ke waktu.

Dalam menyeleksi saham, ia tidak begitu mempersoalkan valuasi harga. Asalkan saham tadi berpotensi terus tumbuh pada masa depan, tanpa ragu, ia akan membelinya, meskipun ada banyak investor yang khawatir memborongnya karena harganya sudah dinilai kemahalan.

Peraturan Fisher dalam berinvestasi sebetulnya sederhana. Ia hanya mencermati pertumbuhan laba dari waktu ke waktu. Pertumbuhan laba bisa dilihat dari jumlah Earning Per Share yang terus mengalami peningkatan.

philip fisher (sumber: www.stockopedia.com)
philip fisher (sumber: www.stockopedia.com)
Untuk memastikan bahwa perusahaan dikelola oleh manajemen yang handal dan etis, Fisher juga kerap melakukan kunjungan ke kantor perusahaan. Di sana ia akan mewawancarai direktur dan komisaris tentang semua hal yang berkaitan dengan tata kelola.

Seperti Buffett, Fisher hanya akan berinvestasi di perusahaan yang dijalankan oleh orang-orang yang piawai mengatur bisnis dan punya standar etika yang tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun