Mohon tunggu...
Ade Irma Mulyati
Ade Irma Mulyati Mohon Tunggu... Guru - SDN Jaya Giri Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat

Mau berbagi itu indah karena menabur kebahagiaan, dengan ikhlas memberi semoga menginspirasi.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Trik Menjadikan Siswa Gemar Menulis Melalui Satu Hari Satu Cerita

1 November 2022   23:48 Diperbarui: 1 November 2022   23:50 263
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Memiliki siswa dengan kemampuan menyampaikan ide/gagasan secara tertulis tidak mudah. Untuk menumbuhkannya diperlukan  layanan, arahan, bimbingan dan pembinaan berkesinambungan dan terus menerus yang dilakukan oleh guru di sekolah. 

Layanan tersebut dikemas dalam kegiatan kurikuler, intrakurikuler, maupun ekstrakurikuler. Saat pembelajaran dilaksanakan di kelas siswa bisa digali potensi menulis dengan diberi kesempatan untuk menyampaikan ide/gagasan melalui mengarang cerita. 

Kegiatan lainnya dengan pembiasaan rutin yang dilakukan dimana siswa mendapat kesempatan untuk kegiatan literasi selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. 

Kegiatan sederhana dengan membaca sebuah cerita, menuliskan ide pokok atau hal menarik dari cerita kemudian menuliskan serta mengkomunikasikan kembali bacaan yang sudah disimak tersebut di hadapan teman-temannya menjadi aktivitas pembinaan. 

Secara perlahan tetapi pasti jika dilakukan secara konsisten akan memberi dampak pada kemampuan berkomunikasi tertulis siswa. Bisa juga melalui kegiatan ekstrakurikuler dimana sekolah membentuk sebuah wadah/komunitas yang diisi oleh siswa yang memiliki keinginan untuk berkumpul berbagi ide serta karya. 

Siswa yang memiliki hobi menulis tersebut dikumpulkan dalam komunitas menulis siswa. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pembinaan  yang terprogram dengan arahan dari guru sehingga siswa mendapat kesempatan lebih banyak untuk menyampaikan ide secara tertulis.

Layanan kepada siswa tersebut menjadi jembatan untuk memunculkan potensi menulis. Hal ini dikarenakan saat berkomunikasi secara tertulis diperlukan sebuah keterampilan berbahasa tulisan yang dilatihkan melalui pembiasaan. 

Ada beberapa prasyarat yang menjadi faktor penunjang siswa mampu mencurahkan ide/pesan/gagasan secara tertulis, yakni:

1. Kemampuan menyimak yang baik.

2. Memiliki pembendaharaan kata yang memadai sehingga siswa memiliki kemampuan memilih diksi yang tepat untuk menggambarkan sebuah kondisi tertentu.

3. Kemampuan membuat kalimat yang runtut.

4. Memiliki keterampilan terkait unsur instrinstik yang akan dibangun pada kisah/cerita.

5. Memiliki motivasi dari dalam diri yang kuat. Motivasi instrinstik siswa, menjadi hal terpenting dan menjadi payung yang melindungi. Motivasi yang tinggi menjadi benteng diri, agar siswa  mampu dan mau untuk selalu berlatih dan berlatih. 

Motivasi diri sebagai modal yang utama mencapai keberhasilan di berbagai bidang, salah satunya menjadi siswa berkemampuan berkomunikasi tertulis dengan baik. 

Pada dasarnya pembinaan dan pengembangan yang dilakukan oleh guru hanya berkontribusi sebagian kecil saja. Dengan usaha serta upaya gigih tanpa kenal lelah dengan terus mencoba dan menggali potensi diri secara rutin berlatih, dipastikan akan memberikan hasil sempurna. Bukankah proses tidak akan mengkhianati hasil.

Upaya guru untuk memfasilitasi agar potensi siswa dalam berkomunikasi secara tertulis ditumbuhkan, salah satunya dilakukan dengan program "Satu Hari Satu Tulisan". 

Kegiatan ini sederhana tetapi menjadi program unggulan yang mengajak siswa gemar menukis. Kegiatannya mudah, murah, bisa dilakukan dimana saja serta kapan saja.

Hal yang bisa dilakukan guru untuk membantu siswa mengembangkan dirinya menyampaikan ide secara tertulis dengan cara:

1. Pembiasaan rutin membaca buku cerita. Menulis dan membaca menjadi dua hal yang saling melengkapi. Dengan banyak membaca akan menambah keterampilan menyimak sehingga siswa memiliki wawasan yang luas terhadap sebuah kajian atau hal yang disampaikan dalam tulisan.

2. Berikan kesempatan sesering mungkin kepada siswa untuk mengungkapkan/menuliskan apa yang dirasakan saat itu melalui tulisan/cerita. 

3. Berikan media pembelajaran yang membantu siswa untuk mengungkapkan ide/gagasan secara tertulis. Guru bisa melakukan kegiatan:

- mengajak siswa bertanya jawab tentang pengalaman yang menyenangkan yang telah dialami, atau menggali keinginan siswa hari ini. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk menuliskannya menjadi beberapa kalimat yang runtut.

- menyajikan sebuah gambar. Kemudian setelah siswa melihat gambar, mereka diberi kesempatan untuk mengilustrasikan hal yang sudah mereka simak menjadi sebuah tulisan/cerita. Diharapkan dari gambar yang siswa lihat akan membantu memunculkan ide/gagasan untuk bercerita.

- mengajak siswa belajar di luar kelas. Sekadar memandang langit yang biru, menyimak hiruk pikuk kendaraan di jalan raya, atau menikmati semilir angin yang menggoyangkan dedaunan di halaman sekolah menginspirasi siswa untuk dijadikan sebuah karangan/cerita.

- memfasilitasi dengan menyediakan pohon literasi yang menjadi bukti jejak buku yang sudah dibaca. Semakin sering membaca atau membuat karya maka semakin banyak jejak judul cerita yang sudah dipelajari. Secara tidak sadar dari buku cerita yang sudah dibaca tersebut memupuk/memperkaya pengetahuan dan pengalaman dalam berkomunikasi secara tertulis.

Setelah berbagai bantuan diberikan melalui serangkaian program pembinaan dan pembiasaan maka tugas guru selanjutnya adalah menghargai sekecil apapun usaha yang sudah siswa lakukan. 

Tanpa henti memberikan arahan serta bantuan, misalnya dengan mewujudkan mimpi siswa untuk mendokumentasikan hasil karya menjadi karya antologi yang diterbitkan. Buku antologi tersebut menjadi produk akhir dari program Satu Hari Satu Cerita yang akan dikenang sepanjang masa.

KBB, 01112022

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun