Mohon tunggu...
Laila Nur Fitria
Laila Nur Fitria Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

"Hidup adalah suatu cara dimana kita akan terus mengalami proses yang mungkin rumit, namun percayalah akan ada jalan dari setiap kesulitan yang kita lalui"

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Tahan Amarah, Kuasai Diri, Kendalikan, Sabar, Apa Itu yang Disebut dengan Konsep Regulasi Emosi?

7 Desember 2022   23:30 Diperbarui: 8 Desember 2022   03:23 381
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Perlu di ingat bahwa dengan kita meregulasi emosi yang terjadi dalam diri kita. Artinya, kita juga menjaga kesehatan mental kita sendiri. Kesehatan mental adalah suatu hal yang sangat penting dan harus dijaga. Jika bukan kita siapa lagi?? Kuncinya "Love Yourself" yakni cintai dirimu sendiri, dengan cara apa?? Dengan cara regulasi emosi yang merupakan salah satu bentuk cinta kita terhadap diri sendiri. Selain itu terdapat pula beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya regulasi Emosi. Apa Sajakah?

Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Regulasi Emosi 

Banyak hal yang mempengaruhi dan bisa terjadi ketika seseorang dalam emosi. Artinya banyak peristiwa/ kejadian yang menyebabkan seseorang mengalami emosi. Oleh karena itu, dalam hal ini peran regulasi emosi sangat diperlukan dalam mengendalikan adanya emosi yang keluar. Mengapa demikian, dengan regulasi emosi seorang individu dapat mengendalikan emosi yang terjadi pada dirinya. Terlebih pada anak usia dini yang belum memiliki kematangan emosional yang cukup. Dalam hal ini anak usia dini masih harus dan memerlukan peran orangtua untuk membantu pada proses regulasi emosi. Faktor yang Mempengaruhinya dikutip dari Hendrikson (2013) menurutnya emosi pada setiap individu dipengaruhi oleh berbagai faktor, begitu juga ketika individu harus mengatur kondisi emosinya. Faktor-faktor tersebut antara lain :

a. Faktor Lingkungan, dalam hal ini sudah dapat kita pahami bahwa lingkungan adalah penentu utama dari suatu hal yang terjadi. Mengapa demikian, karena lingkungan anak terdapat dua yakni lingkungan rumah bersama orangtua dan di sekolah bersama guru. Perlu adanya dorongan yang kuat serta keharmonisan baik dirumah/ di sekolah yang akan sangat berpengaruh terhadap emosi si anak. Biasanya ketika anak yang sedang emosi di rumah akan terbawa ke sekolah, kemudian peran guru dalam hal ini diperlukan dalam hal regulasi emosi.

b. Pola Asuh Orang Tua, pola asuh orangtua juga akan sangat berpengaruh pada anak. Tak jarang banyak kita temui anak yang terlalu dimanjakan akan membuat anak menjadi acuh tak acuh atau egois. Kemudian terdapat pula anak yang mendapat pengasuhan otoriter, maka si anak akan merasa tertekan dengan keadaan tersebut. Itulah yang mempengaruhi emosi. Anak yang terlalu ketat dalam pola pengasuhan akan sangat mengalami tekanan, hingga ia merasa terdesak.

c. Usia, dalam hal ini kematangan emosi juga sangat dipengaruhi oleh usia karena dengan kematangan serta daya berpikir sesuai dengan tahapannya, maka dalam hal ini sudah dapat menurunkan egonya. Misalnya orangtua yang akan lebih mengalah pada anak, karena anak masih belum dalam kematangan usia yang cukup untuk memahami setiap hal yang terjadi di lingkungannya. Selain itu pula, usia juga dapat menunjukkan karakter bagaimana seorang individu dalam bersikap/ cara berpikirnya. Nah, sudah sangat terlihat perbedaan yang jelas dalam hal ini antara usia muda dan tua serta kematangan yang sesuai dengan tahapannya.

d. Perubahan pandangan luar, perubahan pandangan luar dapat menimbulkan konflik dalam emosi seseorang. Seperti tidak konsistennya sikap dunia luar terhadap pribadi seseorang, membeda- bedakan wanita dan pria, dunia luar memanfaatkan kondisi ketidakstabilan seseorang untuk pengaruh yang negatif. Karena pada dasarnya pula, manusia tidak suka dibeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya.

e. Pengalaman yang traumatik, jenis kelamin, serta perubahan jasmani juga merupakan faktor dari regulasi emosi.  

Nah, jika pada anak usia dini kita juga harus menerapkan beberapa cara/ metode dalam berlatih mengenadalikan emosi dengan beragam cara yang dapat diterapkan anak dalam mengatasi emosi yang sedang terjadi. Anak usia dini akan sangat terbantu dalam hal regulasi emosi jika diterapkan dengan berbagai cara.

Metode Berlatih Regulasi Emosi pada Anak
Emosi yang tejadi pada manusia bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja. Namun, demikian dalam hal ini anak usia dini pula sudah dapat merasakan emosi yang terjadi pada dirinya. Seperti misalnya, jika terdapat seorang anak yang sedang bermain mainan, kemudian direbut oleh temannya. 

Maka dia akan merasa kesal dan marah, dan secara spontan dia akan memukul temannya tersebut. Karena ia merasa tidak suka dengan perlakuan temannya. Sementara itu contoh lainnya seperti halnya anak usia dini yang diejek/ tidak mempunyai teman. Maka ia akan merasakan emosi kesedihan yang sangat hingga anak tersebut tidak dapat mengontrol dan diluapkan dengan tangisan. Banyak kejadian/ peristiwa dimana anak sangat memerlukan peran penting regulasi emosi. Berikut beberapa metode yang dapat diterapkan dalam hal meregulasi emosi pada anak, sebagai berikut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun