Sahyul Padarie
Sahyul Padarie Gelandangan Kata-kata yang Hanya Ingin Melebur dalam Puisi-Nya

Pemuda Bugis dan Barista Puisi. selama menjadi kompasianer, puisi-puisinya telah terhimpun dalam buku "Nyanyian Ranting Kayu" (Bogor:Guepedia,2017).

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Puisi | Doa Mayat Hidup

17 Februari 2017   12:10 Diperbarui: 17 Februari 2017   12:20 139 3 2
Puisi | Doa Mayat Hidup
sumber foto: www.putrimellady.blogspot.com

Jangan kau kira aku tak bernyawa
Layaknya seperti tampakmu manusia
Namun, bukan berarti sejiwa
Mimpimu, mimpiku beda
Pelangimu, pelangiku tak sama

Kamu mungkin meyakini
Bahwa yang hidup itu adalah yang berjalan
Bagiku tak selalu pasti
Karena aku menelusuri jalan kemaharibaan
Mencari kerlap-kerlip bintang di setiap tanjakan

Sampai menemukan jalan buntu
Jalan dimana semua tampak sama
Bahkan api yang panas membara
Begitu harum dan wangi baunya
Seperti bedak bayi yang didandani ibunya

Jalan itu adalah menjadi mayat hidup
Terkubur dalam-dalam
Sampai tak sadar bahwa ini masih kehidupan
Doaku Tuhanku, "segera kubur aku
Dalam luas jagad Rahman dan Rahim-Mu"