Dedak Kopi Malamku

15 November 2013 22:28:40 Diperbarui: 24 Juni 2015 05:07:18 Dibaca : Komentar : Nilai :

Menepikan lelah
di kusutan hamparan kejenuhan
namun jiwa sepi
kian dirasuki mimpi

Sang rembulan jengah berbagi cahaya
dibuai awan timbul tenggelam
memainkan rupa tak elok
Hanya mengguratkan kepedihan


Aku rindu berbagi sapa
Aku rindu pada bintang
yang melepaskan diri dari rasi egonya
biar sedepa luka menggambar tanya
meski tanya takkan terjawab

Kukacakan wajah pada keletihan
malam kian memberat di pelupuk mata
kujadikan saja kerawanan pada hatimu
sebagai dedak kopi malamku
Biar tak usik mimpi pagiku.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL puisi fiksi
Featured Article