Mohon tunggu...
MomAbel
MomAbel Mohon Tunggu... Apoteker - Mom of 2

Belajar menulis untuk berbagi... #wisatakeluarga ✉ ririn.lantang21@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Serial Na | Jalan Hidup Dua Sahabat

19 September 2019   06:00 Diperbarui: 19 September 2019   06:07 53
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi diambil dari www.fimela.com

Sambil makan, Na dan Nik terlibat obrolan ringan. Tiba-tiba Nik mengagetkan cerita surprise luar biasa.

 "Sorry ya Na.. aku kemarin-kemarin nggak sempat apa-apa. Na, aku dah punya baby! Sekarang dah setahun umurnya" ucap Nik berbinar.

 "Hahhh???? seriously? Oh, Nik.. selamat yaaaa... aku ikut senangggg.... this is really best news!" Na seakan berteriak girang.

Na langsung berdiri memeluk sahabatnya dalam keharuan. Dia kaget dan bahagia sekali mendengar kabar yang ditungu-tunggunya selama ini. Lama mereka larut dalam kebahagiaan yang besar.

"Duh Nik kenapa nggak bilang-bilang kalau hamil. Tahu-tahu dah lahir aja. Aku belum lihat lagi. ihhh.." Na merajuk bahagia.

"Ah nggak apa Na. Aku terlalu lebay dengan kehamilanku. Suamiku juga over protective. Aku sibuk mengurus babyku. Sekarang bisa WA sama teman-teman karena dah aktif kerja lagi. Sudah ada suster."

Na mengangguk. Dia paham sekali, Nik adalah worriedgirl sejak dulu. Dikit-dikit panik, tanya detail, dan bingung sendiri. Na sudah hafal dengan tabiat sahabatnya itu.

"Na, akhirnya yaaa.. setelah 10 tahun Na, aku baru dikasih baby!!! Aku menanti lama sekali. Aku hampir putus asa. Teman-teman sudah menggendong baby, bahkan adikku sendiri sudah punya 2 anak" Nik mulai curhat.

"I see... tapi jalan hidup tiap orang berbeda Nik. Dan ada hal-hal yang tidak bisa kontrol. Tuhan yang bisa mengubah semuanya. Syukuri saja Nik..." sahut Na.

"Iya, aku tahu... Enak kamu Na, sudah punya sepasang. Cewe dan Cowo. Komplit deh!" Ada semburat rasa iri dalam kalimat Nik. Sepertinya hatinya masih sendu dalam kegundahan.

"Aku syukuri semua Nik. Apa yang ada, apa yang kupunya. Aku belajar untuk terlalu tidak membandingkan. Ih, kamu dari dulu sudah minder sendiri! Suka bandingin hidupmu sama orang. Uh Nik... berhenti lahhh. Ntar kamu capek sendiri!" Na mencubit lengan Nik seolah gemas dengan kelakuan sahabatnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun