HIGHLIGHT

Benarkah Anda Business Man (Pemilik Usaha) atau Hanya Self-Employed (Pekerja Lepas) ?

11 Juni 2012 05:26:46 Dibaca :
Benarkah Anda Business Man (Pemilik Usaha) atau Hanya Self-Employed (Pekerja Lepas) ?
Business Man

Masyarakat Indonesia belakangan ini mempunyai euphoria tersendiri kalau berbicara mengenai lulusan kuliah. Beratus ribu lulusan perguruan tinggi diseluruh pelosok tanah air diciptakan dan akan mencari pekerjaan atau membuat lapangan pekerjaan bagi mereka yang mampu memulainya. Satu hal yang menjadi pertanyaan saya, apakah yang membuat pekerjaan dapat dikatakan Bussiness Man ?  Jika mengikuti persepsi masyarakat Indonesia selama ini hal tersebut bisa dikatakan demikian. Namun, menurut saya hal itu perlu diteliti lebih lanjut apakah benar seorang yang mencipatakan lapangan pekerjaan  tersebut dapat dikatakan seorang Business Man.

Jika kau pernah membaca sebuah buku tulisan Robert T Kiyosaki “The Cashflow Quadrant”, kau akan tau dimana letak perbedaanya. Dibuku tersebut dijelaskan bahwa seorang Self-Employed adalah orang yang ingin menjadi bos bagi diri mereka sendiri, melakuakan segala hal berdasarkan apa yang mereka mau. Orang yang memiliki tipe ini tidak ingin penghasilannya tergantung kepada orang lain, jika mereka bekerja keras, mereka dibayar untuk pekerjaan mereka. Orang Self-Employed juga menyadari bahawa ketika mereka bekerja mereka tidak akan mendapatkan bayaran, dan indpenden dalam hal uang.

Self-Employed biasayan terdiri dari orang-orang profesioanal yang berpendidikan tinggi yang menghabiskan waktu bertahun-tahun dibangku sekolah, seperti dokter, pengacara, dll. Masih ada kelompok yang tidak berpendidikan tinggi digolonngkan dalam kategori ini seperti wiraniaga komisi langsung, agen real estate, pemilik bisnis kecil, dll.

Orang-orang tipe ini biasanya perfeksionis dan menganggap dirinya paling benar dalam melakukan pekerjaan, mereka beanr-benar tak percaya kalau orang lain mampu melakukan yang lebih baik dari apa yang mereka lakukan. Cara yang meraka lakukan adalah cara yang paling benar dan cara orang lain salah. Orang tipe ini juga ragu untuk melatih orang lain karena ada kehawatiran orang yang dilatih tersebut kelak akan menjadi saingan mereka.

Business Man, kelompok ini dapat dikatakan sebagai lawan dari Self-Employed. Orang-orang tipe ini suka mendelegasikan wewenang kepada orang lain karena mereka punya persepsi “jika ada yang bisa melakukannya dan lebih baik dari yang saya lakukan mengapa tidak”. Lain halnya dengan Self-Employed yang tak suka mendelegasikan wewenangnya kepada orang lain.

Jika demikian dimana letak perbedaan keduanya? Orang-orang yang merupakan kategori Business Man sejatinya bisa meninggalkan usaha mereka selama satu tahun atau lebih dan pada saat kembali menemukan bisnis nya berjalan dengan lancar dan menghasilkan profit yang baik. Sedangkan tipe Self-Employed juga dapat dikatakann sebuah bisnis tapi disini saya mengatakan ini bukan bisnis yang sebenarnya, mengapa demikian? Jika pemilik pergi selama satu tahun atau lebih kemungkinan besar bisnisnya tak akan jalan dan tak akan menghasilkan keuntungan bagi dirinya.

Secara sederhana digambarkan bahwa orang Self-Employed memiliki sebuah pekerjaan sementara orang tipe Business Man mempunyai sebuah tatanan sistem dan kemudian menyewa orang-orang berkompeten untuk menjalankan sistem itu. Atau jika dikatakan secara simple dalam Self-Employed mereka adalah sistem bagi usahanya. Ketika mereka pergi dan meninggalkan usahanya maka usaha itu tak akan jalan karena dia merupakan sistem dalam bisnisnya.

Bagi anda yang sadar bahwa anda adalah seorang Self-Employed bukan Business Man, anda bisa mengubah strategi. Jika anda seorang dokter gigi anda bisa menjadi seorang Business Man dengan membuat sebuah klinik khusus gigi dengan mempekerjakan orang-orang professional dan tentunya membangun sistem dan tatanannya dengan baik serta memberikan kepercayaan kepada pengelola klinik anda. Jika anda seorang pemilik toko kecil atau warung nasi kecil atau hal lain yang terkait anda bisa mencoba untuk membuat suatu tatanan sistem sederhana, dimulai dari sistem tenaga kerja, keuangan atau bahkan pelaporan pertanggung jawaban karyawan anda kepada anda. Sebab banyak keuntungan yang akan anda dapatkan ketika anda menjadi seorang Business Man, sebagai contoh misalkan ketika anda berlibur maka bisnis anda tetap akan jalan, ketika anda sedang sakit bisnis anda akan mampu menopang kehidupan keluarga dan biaya perawatan anda. Walau memang disamping itu ada kekurangannya tentu dari sisi korupsi dan kolusi. Namun semua hal itu bisa diatasi jika sistem yang telah kita buat terstruktur dengan baik.

Bagaimana, apakah anda seorang Business Man atau Self-Employed? Apakah anda tertarik menjadi seorang Business Man ?

Salam

_-Julian Cholse-_

Julian Cholse

/juliancholse

I'm The man of value www.juliancholse.tk
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?