Joni Hartugung
Joni Hartugung

Aku ingin hidup yang tenang-tenang saja...

Selanjutnya

Tutup

Tuhan, Diakah Orangnya?

20 Mei 2017   04:47 Diperbarui: 20 Mei 2017   05:15 207 1 0
Tuhan, Diakah Orangnya?
sumber:dokpri

Mungkin sudah pernah saya tulis sebelumnya, bahwa yang terindah di dunia ini adalah pengetahuan, berikutnya adalah wanita cantik yang berpengetahuan, dan berikutnya apalagi??? Berikutnya yah tentu adalah menjadi pria yang di cintai oleh wanita yang berpengetahuan itu… dan kalau anda sepakat dengan pendapat saya itu, maka dengan menarik garis dari pernyataan tersebut maka saya yakin anda akan tahu apa hal yang terdengar menakutkan di dunia ini?? Apa itu?? Yahh mengagumi wanita cantik, elitis dengan kelas social, ekonomi, pendidikan, yang semuanya melampaui dirimu hehe…itu membutuhkan idealisme dan keberanian tingkat tinggi teman, sangat beresiko dan kemungkinan suksesnya di bawah angka 1% alias nol point persen, atau bahasa akademisnya sangat jauh dibawah angka harapan hidup…hehe

perkenalkan namaku Harjuni, you can call me joni, secara kasat mata tiada yang begitu istimewa dari diriku, satu-satunya dari diriku yang bisa di sebut prestasi adalah karena saya telah berhasil menyelesaikan kuliahku, namun tentu itu bukanlah suatu prestasi yang terlalu membanggakan karena +/- 700 ribu sarjana di negeri ini tiap tahunnya, sehingga anda bisa saja berpikir bahwa tidak ada yang begitu membanggakan dari diriku saat ini, karena terkadang saya pun berpikiran demikian hehe…tak perlu saya ceritakan sedihku disini, kurang lebih dari yang anda bayangkan…namun begitupun, saya tidak akan pernah menukarkan hidupku dengan hidup orang lain, kenapa?? sekritis-kritisnya hidupku, sudah terlalu banyak kesedihan yang kulihat, getir yang kumakan, dan tentu cerita-cerita lucu yang kulalui, semua itu membentukku menjadi pribadi yang kuat, dan akan kutuntun hidupku hingga akhir, ingin kulihat seperti apa ujung cerita perjalananku ini… alasan yang kedua adalah: karena menukar hidup kita dengan hidup orang lain itu memang tidak ada jalannya hehe impossible…

didalam tulisan ini saya tidak ingin bercerita segala tentang hidupku, karena saya tahu itu tidak penting untuk anda, tapi kali ini saya akan menulis sedikit tentang cerita cinta, tentang seorang wanita…lagi-lagi saya tahu ini tidak penting untuk anda, namun ini kutulis untuk diriku sendiri dan untuk dia yang kucintai…namun jika anda suka silahkan menyimak…

saya pernah 4 tahun meratapi cinta seorang wanita yang tidak pernah menaruh perhatiannya padaku, setelah itu saya meninggalkan pulau menyedihkan itu dan kuliah di Jakarta 5 tahun lamanya, kuliah di akademi pelayaran yang di dominasi laki-laki maka selama itu juga saya tidak punya pacar…namun hikmah itu semua adalah bahwa saya punya banyak waktu untuk membaca, belajar, merenung, menilai diri dan lingkungan… disiplin ilmu pelayaran tidak membuat saya terpaku dan tertutup terhada ilmu-ilmu diluarnya…bagiku ilmu pelayaran itu sempit, dari tahun ke tahun itu-itu aja, cukuplah dipelajari di kampus saja…  diluar kampus saya banyak memperkaya diriku dengan ilmu-ilmu social, agama, sejarah, sains, filsafat, sastra, dan apa saja yang bisa mendukung pengembangan diriku… bahkan ketertarikan saya pada ilmu seperti sastra, filsafat, sosialisme, dan para pemikir-pemikir abad klasik, pencerahan dan modern, itu sudah saya mulai sejak duduk di kelas 1 SMA, ide-ide dan keindahan bahasa dan teori mereka selalu membuat saya ketagihan…

1 dekade memegang predikat yang selalu menyedihkan dalam dunia percintaan, menghibur diriku yang kecil ini dengan berpikir tentang apa saja, membaca apa saja, untuk menyingkir dari kegalauan… membuat diriku agak kaku berhadapan dengan wanita, mulutku begitu asing dengan kata-kata cinta, dan telah asyik dengan seperti itu saja…

dalam berpenampilan saya tergolong sederhana, kasual, namun dalam berpikir dan bersikap saya sangat progressive, tidak mau ketinggalan ataupun stagnan pada pikiran yang itu-itu saja, prinsip saya dalam hidup ini adalah pengetahuan harus terus bertambah… dengan gaya sederhana namun sikap yang sangat progressive itu membuat saya tidak mudah menemukan wanita yang mengerti diri saya, tidak mudah menemukan wanita yang memiliki tendensi sikap sepertiku, yang bisa ku ajak bercanda dengan lelucon-lelucon hidup yang creative…sehingga wanita kebanyakan menganggap saya aneh dan saya pun demikian menganggap mereka memuakkan… terlebih dengan ekonomiku yang masih saja megap-megap hehe maka lengkaplah sudah kesendirianku…

tulisan ini adalah lanjutan dari dua catatan saya sebelumnya, kalau di catatan pertama bagaimana pertama kali aku mengenalnya, catatan kedua bagaimana kami bercengkerama saling mengenal, maka di catatan ketiga ini adalah bagaimana ketika ia mengatakan sesuatu yang membuatku hampir jatuh dari kursi tempat dudukku, dan terbang ke angkasa hingga menembus lapisan ozon dan melayang-layang seperti astronot… saya sarankan anda membaca keduanya yang akan saya lampirkan di akhir tulisan…

prosesnya memang bisa dianggap agak cepat, namun tentu tidak sesederhana itu, tentu ada tarik-tarikan di dalamnya, ada ketegangan, dan harap-harap cemas hingga memenangkan hatinya…dan kuanggap ini prestasi terbesar keduaku setelah menyabet ijazah Deck Officer Class-IIIdari almamaterkuMaritime Academy of Djadajat Jakarta

sekiranya dia hanya gadis biasa, tentu saya tidak harus melayang-layang di luar angkasa seperti astronot, namun dia adalah gadis flamboyan, dipandang dari penjuru manapun ia tetaplah menawan, ia sangat mewah bagiku, dan ia juga mencintaiku, sebagaimana di paragraph pertama tulisan ini, aku telah memiliki keindahan yang paling tinggi  di  dunia ini…. Keindahannya sedikit telah saya gambarkan pada catatan sebelumnya…

sebagai seorang idealis memang saya punya impian memiliki wanita sepertinya, namun saya pun sadar bahwa impian saya itu memang agak tinggi…hingga kini wanita impian itu turun memeluk tubuhku, membuatku terheran-heran apakah yang anak dewa ini lihat dariku?? Kadang ia merendahkan dirinya dan memujiku bak pangeran berkuda putih, mungkin ia ingin membuatku merasa terpuji, tapi yang ada ia malah membuatku tercengang bengong, apa iyya aku seganteng itu??? Ia sama sekali tidak ragu-ragu mengatakan perasaannya padaku ini, hal yang mungkin gengsi dilakukan oleh anak gadis elitis sepertinya…

ia cantik, pintar, hatinya baik, suaranya halus dan ia mencintaiku, Oogh Tuhanku bagaimana mengatakan kecantikan wanita yang telah melampaui kata cantik itu sendiri, apakah kata yang paling pass untuk mengatakan cantiknya cantik??? sikapnya begitu mempesona, khas gadis berpendidikan, hati-hati sekali ia berbicara padaku takut kiranya ia pilihan katanya membuatku tersinggung, begitu ia menghargainya hamba-Mu yang udik ini…apakah ada kata lain selain cinta yang mampu mewakili perasaanku yang sungguh, terlalu, amat, sangat, cinta kepadanya??

Oogh Tuhanku….entah pahala apa yang telah kulakukan hingga aku pantas diganjar hadiah yang begitu mewah, Tuhanku, jauhkanlah aku dari segala sikap bodoh yang berpotensi membuatnya sedih, jika itu terjadi aku tidak akan pernah kuasa memaafkan diriku yang tidak tahu diri, Tuhanku…mohon jagakan dirinya yang jauh dariku… jauhkan ia dari orang-orang yang bisa merusak hidupnya, membuatnya jauh dari-Mu, termasuk aku jika memang aku… panjangkan umurnya bahkan jika nyawa itu memang harus diambil dariku, segala permohonan kupanjatkan kepada-Mu untuk kebahagiaanya, apapun akan kulepaskan…

baca juga:
Part 1 Sang Dewi Menyapa Sahaya 
Part 2 Gadis Flamboyan, Dokter Muda Nan Juwita