Sebelum Filmnya Tayang, Duka Sedalam Cinta Hadir dalam Bentuk Buku

18 Mei 2017 10:31:07 Diperbarui: 18 Mei 2017 11:08:49 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Sebelum Filmnya Tayang, Duka Sedalam Cinta Hadir dalam Bentuk Buku
Cuplikan Puisi Helvy Tiana Rosa Dari Buku DUka Sedalam Cinta | DOK.PRIBADI

"Duka Sedalam Cinta" Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar tiga kata tersebut? Apakah duka harus menyelimuti setiap cinta yang ada di dunia ini atau duka yang kita rasakan selama ini adalah sebuah bentuk dari cinta yang terserak?

Mungkin jawaban kamu juga tak jauh dari kata-kata romantis namun menyayat yang puitis seperti ilustrasi diatas. Atau malah kamu punya jawaban sendiri tentang definisi dari tiga kata "Duka Sedalam Cinta". Baiklah kalau begitu, memang tiga kata itu sangat puitis dan susah untuk didefinisikan karena mempunyai makna yang agak berlawanan antara kata Cinta yang identik dengan kebahagiaan dan ceria serta keindahan. Tapi disandingkan dengan kata Duka diawalnya yang identik dengan kesedihan, keterpurukan, tangisan, patah hati, dan kehilangan atau jones juga sepertinya masuk mewakilinya. Upss.

Lalu bagaimana jika ketiga huruf tersebut menjadi judul dari sebuah film layar lebar dan juga judul sebuah buku. Adalah Helvy Tiana Rosa yang menjadikan "Duka Sedalam Cinta" sebagai judul film kedua dari sekuel film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) yang tayang Januari 2016 lalu. Tak hanya menjadi judul film layar lebar. Kakak dari Asma Nadia ini pun baru saja menerbitkan buku kumpulan puisi terbarunya dengan judul "Duka Sedalam Cinta".

Buku ini adalah sebuah kumpulan puisi terbaru dari Bunda Helvy yang diperuntukkan untuk menyambut tayangnya film Duka Sedalam Cinta. Terdapat 34 puisi terbaru yang dirangkai dengan indah dan penuh makna oleh beliau. Tak hanya itu terdapat juga 5 puisi yang ditulis oleh penulis tamu yang hadir di buku tersebut. 

Kelima puisi yang ditulis oleh penulis tamu tersebut yaitu puisi "Cemburu" yang didedikasikan untuk para syuhada kecil di Palestina dan Surian. Puisi tersebut ditulis oleh Hamas Syahid pemeran sosok Mas Gagah dalam film KMGP dan Duka Sedalam Cinta. "Sempurna Dengannya" adalah puisi yang ditulis oleh Aquino Umar pemeran Gita Ayu Pratiwi. Sementara itu Masaji Wijayanto yang memerankan sosok Yudi di filmnya nanti menulis puisi berjudul "Di Rumah Sakit". Lalu si cantik Izzah Ajrina pemeran Nadia Hayuningtyas menulis puisi berjudul "Tabah Menawar Duka". Tak ketinggalan sosok ustadz kharismatik yang juga berperan menjadi soerang kyai di fim Duka Sedalam Cinta, Salim A Fillah juga ikut menyumbangkan satu karya puisinya yang berjudul "Duka Sang Dipa Sedalam Cintanya Pada Negara" ikut melengkapi puisi-puisi dalam buku ini.

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Asma Nadia Publishing House ini bahkan mendapat tanggapan positif terutama dari pembaca setia karya-karya Bunda Helvy Tiana Rosa yang tergabung dalam Helviers (Helvy Tiana Rosa Friends) yang merupakan fans base beliau. Bahkan beberapa tokoh seperti penulis dan pengusaha Muhammad Assad ikut terhanyut membacakan salah satu puisi dari buku ini. Tak ketinggalan aktor muda multitalenta Andi Arsyl mengagumi puisi-puisi dalam buku ini dan membacakan salah satu puisi berjudul "Sajak-Sajak". Pemeran Robi di sinetron Tukang Bubur Naik Haji itu pun membacakannya dengan penuh perasaan dan penghayatan pada setiap kata yang diucapkannya. Jika penasaran bisa lihat video Andi Arsyl membacakan puisi dari buku ini di youtube Helvy Tiana Rosa. Selain itu masih banyak lagi yang menyambut hangat terbitnya buku ini.

Untuk buku kumpulan puisi Duka Sedalam Cinta sendiri sudah tersedia di toko buku terdekat atau bisa pesan langsung melalui penerbit Asma Nadia Publishing House. Dan untuk filmnya sendiri akan segera tayang di bioskop kesayangan anda. Jadi mari baca bukunya dan nanti tonton filmnya.

Berikut ini Teaser Trailer dari Film Duka Sedalam Cinta.

https://jlkeren.blogspot.com

Jaenal Jalalludin

/jalalludinj

Blogger yang menyukai dunia fotografi, videografi dan desains serta dunia handmade terutama yang berkaitan dengan buku dan kertas. "Memberilah sebanyak-banyaknya bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya" menjadi falsafah hidup pemuda asal kota Brebes ini. Menulis di blog http://jlkeren.blogspot.com untuk berbagi inspirasi dan semangat kepada dunia. Email: jalalludinj@gmail.com
Selengkapnya...

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana