PILIHAN

Menelisik Kawasan Hijau Alam Sutera

17 Februari 2017 17:46:10 Diperbarui: 18 Februari 2017 23:09:29 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Menelisik Kawasan Hijau Alam Sutera
\" />

Gerimis mulai berhenti saat kami tiba di kawasan Alam Sutera pada hari Minggu, 12 Februari lalu. Tampak beberapa orang berpakaian olahraga melintasi jalanan. Mendung tak berhasil menyurutkan semangat mereka mengisi kegiatan bermanfaat pagi itu. Daya tarik fasilitas olahraga bagi pedestrian dan pesepeda meraih kebugaran tersedia apik disana.

Setelah kami mendaftar ulang di kantor marketing, semua peserta Kompasianer diarahkan memasuki bus Suteraloop yang telah menunggu sedari tadi. Suteraloop merupakan sistem transportasi yang dapat menjangkau seluruh kawasan Alam Sutera. Jika berkunjung ke Alam Sutera, fasilitas ini dapat digunakan dimulai dan berakhir di The Flavour Bliss dan Danau Utara.  Bus tersedia dalam empat macam warna (merah, kuning, hijau, dan biru) dan cukup membayar lima ribu rupiah saja jika menaikinya.

Sebanyak tiga bus suteraloop membawa semua Kompasianer berkeliling di kawasan Alam Sutera. Saya berada di salah satu suteraloop, diisi oleh tiga orang pegawai Alam Sutera. Mba Carolina, salah satu dari mereka mengambil bagian menjelaskan setiap lokasi-lokasi yang kami lewati. Dari dalam suteraloop kami dapat menyaksikan fasilitas residential dan komersil yang terdapat disana. Kawasan seluas 800 hektar ini belum semuanya terbangun. Beberapa bagian terlihat dalam tahap pengembangan.

Setelah gerimis reda, masyarakat semakin banyak turun ke jalan berolahraga lari pagi dan bersepeda menikmati alam sejuk pagi itu. Siapa tidak tergiur sengaja datang menikmati fasilitas olahraga di kawasan ini. Apalagi fasilitas di kawasan Alam Sutera diperuntukkan untuk semua orang.Tersedianya jalur bagi pedestrian dan pesepeda sepanjang 5,3 kilometer membuat kawasan Alam Sutera menjadi tempat strategis dijadikan sebagai tempat berolahraga. Mereka melintasi jalur hijau yang disediakan di sisi badan jalan berluaskan 8 meter itu. Lagi, kalau ingin mencoba fasilitas olahraga lainnya pusat olahraga seluas 2,5 hektar dilengkapi ruang serbaguna menjadi tempat yang tepat.

Selain fasilitas olahraga, fasilitas umum lainnya juga tersedia seperti: mall, sekolah, kampus, The Flavor Bliss, apartemen, IKEA, dll. Seluruh fasilitas di kawasan Alam Sutera mudah dijangkau satu sama lain sangat mendukung penghuni dan pengunjung melakukan aktivitas. Entah itu bermukim, bekerja, atau sekedar nongkrong bersama sahabat dan keluarga.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Kawasan Alam Sutera Aman Terkendali Dipantau dari Bagian Command Center

Ada yang menarik di kawasan ini, setiap jarak 500 m ada Panic Button tersebar di 38 titik. Saya pribadi baru pertama kali melihat tonggak panic button. Alat ini digunakan khususnya pada keadaan darurat. Panic Button terhubung langsung dengan ruang Command Center siap memberi pertolongan sepanjang 24 jam.

Kami sudah melewati beberapa cluster saat tiba di cluster Sutera Amaryllis. Lokasi kami mempraktekkan alat panic button. Saat ini kawasan perumahan di Alam Sutera berjumlah 35 cluster. Setiap cluster terdiri atas 150 hingga 300 unit rumah.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Selain strategis, Alam Sutera merupakan kawasan hunian terpadu yang aman karena dilengkapi juga dengan kamera cctv dan one gate system. Semua aktivitas di kawasan dipantau dari ruangan Command Center. Bapak Yusuf Pegawai Command Center mengajak kami menyaksikan kegiatan di ruang Command Center. Dari sana kami dapat menyaksikan beberapa titik lokasi terpantau di layar monitor. Ruangan inilah sumber informasi dalam mengambil tindakan cepat pada saat terjadi kemacetan, kecelakaan, juga memantau debit air di sungai dan  mengamankan aset kawasan.

Usai berkeliling kami kembali ke titik keberangkatan awal. Sebuah ruangan didominasi dinding kaca tembus pandang membuat mata leluasa memandang ke luar. Disana sudah menunggu beberapa staf Alam Sutera dan Marketing Director PT. Alam Sutera Realty Tbk., Ibu Lilia Sukotjo (Lilia). Beliau dan Yovita Ayu Liwanuru, salah seorang pegiat olahraga mengisi acara Talkshow pagi yang sudah cerah itu. Ibu Lilia Sukotjo bercerita Alam Sutera awalnya adalah Grup Agromanunggal Tekstil pada tahun 1993. Setelah pemerintah mencanangkan residental development maka pada tahun 1994 Alam Sutera kemudian di-launching dan mulai dikembangkan.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Persahabatan Antara Gaya Hidup Sehat dan Hunian Sehat

Bicara tentang hidup sehat, gaya hidup sehat dan lingkungan sehat ibarat dua sisi koin, tak terpisahkan. Sebagai pegiat olahraga, Mba Ayu terlihat bugar menjelaskan gaya hidup sehat yang dia terapkan sehari-hari. Meski sudah beberapa kali berkunjung ke Alam Sutera, Mba Ayu ikut berkeliling di kawasan Alam Sutera bersama kami. Beliau memberikan apresiasi dapat menikmati lingkungan Alam Sutera yang bersih, rapi, dan asri. Gaya hidup sehat ala Mba Ayu terdengar sangat sederhana.

Gaya hidup yang dapat dilakukan oleh siapa saja, yaitu:

  • Minum air putih sesuai kebutuhan (Mba Ayu mengonsumsi 3 liter air putih atau lebih setiap sehari).
  • Melakukan olahraga setiap harinya, seperti lari (Jika sibuk, melakukan gerak badan di rumah selama 15 menit cukup membuat tubuhnya bugar sepanjang hari).
  • Mengonsumsi makanan sehat dan sedapat mungkin menghindari junk food. (Berdasarkan pengalaman neneknya, terlalu banyak mengonsumsi junk food dapat memicu munculnya penyakit kanker).
  • Melakukan olahraga selam setiap bulannya (terutama bagi pecinta selam).

Sebagai Miss Scuba International perwakilan Indonesia tahun 2012, Mba Ayu berbagi tentang perlunya ketenangan diri saat melakukan olahraga selam, terutama ketika kondisi arus laut kuat. Konsentrasi dan pengendalian diri dapat diperoleh dari olahraga. Setiap bulannya beliau melakukan selam melatih otot-otot tubuhnya. Menurutnya, olahraga dapat dilakukan dimana saja dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Demikian olahraga selam tidak harus di lokasi yang jauh. Pulau Seribu contohnya salah satu pulau terdekat yang dapat dikunjungi.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Beralih ke kawasan Alam Sutera, Ibu Lilia, yang ternyata seorang arsitek ini menjelaskan ide awal pengembangan kawasan Alam Sutera. Ide muncul dari keinginan besar  menciptakan hunian yang aman, nyaman, dan sehat. Dimana saat beraktivitas mampu menjaga privasi tanpa membatasi ruang interaksi sosial dengan penghuni sekitar. Inilah alasan Alam Sutera  dikembangkan dalam bentuk cluster. Supaya ruang interaksi tidak terbatas tidak ada pagar pembatas antara rumah. Pihak Alam Sutera menyediakan one gate systemuntuk menjaga keamanan dalam cluster.

Kawasan Hunian dan Lingkungan Alam yang Terukur

Tersedianya ruang terbuka hijau dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan terutama bagi penghuni kawasan. Salah satu peserta Kompasianer, Bapak Turnesyen Simanjuntak menyampaikan dalam sebuah kawasan perumahan tidak jarang lahan yang awalnya disediakan sebagai ruang terbuka hijau dikemudian hari disaingi bangunan. Kejadian yang tidak jarang terjadi. Mempertahankan keseimbangan lingkungan alam terhadap bangunan hunian dan fasilitas umum merupakan tantangan besar bagi pihak pengembang. Perlu komitmen tinggi dari pihak pengembang Alam Sutera.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Selama berkeliling di kawasan Alam Sutera kami dapat menyaksikan ruang terbuka hijau luas terhempas. Sepanjang jalan, fasilitas residential dan komersial kawasan tumbuh berbagai jenis pohon seperti trembesi, kembang kencana, pinus, tanaman perdu. Menyaksikannya, kawasaan Alam Sutera sangat cocok bagi generasi Milenial seperti saya. Generasi yang mengejar tempat terpadu dibarengi ruang terbuka hijau saat bekerja atau mengisi waktu luang.

Sambil mendengar penjelasan Mba Carolina, terlintas di pikiran saya bahwa Alam Sutera memang sudah menyediakan ruang terbuka hijau yang dapat mengembalikan iklim mikro di kawasan. Meski sudah menerapkannya tetapi menurut saya kawasan yang terlihat hijau saja tidak cukup. Perlu tolok ukur yang dapat memastikan bangunan dan lingkungan alam berada dalam posisi seimbang.

Tetapi setelah mendengar penuturan Ibu Lilia, sejauh ini pihak Alam Sutera tampaknya memberikan perhatian besar menciptakan kawasan sehat bagi pengunjung dan penghuninya. Untuk menghasilkan kawasan terpadu yang sudah terbentuk saat ini saja, mereka telah berdiskusi dan bekerjasama dengan 17 konsultan arsitek di dunia, Asosiasi  Landscape Indonesia, arsitek ternama di Indonesia, contohnya Prof. Surotono dan Naning Adiwoso. Setahu saya Ibu Naning Adiwoso adalah arsitek berpengaruh di Indonesia sekaligus penggerak bangunan hijau yang di dalamnya juga mengatur tentang kawasan hijau.

Terbukti juga dari beberapa penghargaan yang mereka raih terkait kawasan hijau. Pada tahun 2016 Alam Sutera mendapat penghargaan Green property Awards-green planning kategori housing estate-new cluster untuk Leora. Juga di tahun 2015 mendapatkan penghargaan perumahan dengan konsep sustainable development terbaik di Tangerang kategori perumahan dan kota mandiri (alam Sutera). Selain itu, untuk mempertahankan ruang terbuka hijau, kedepan bangunan di Alam Sutera akan dirancang dalam bentuk vertical residential.

Melanjutkan mimpi untuk mewujudkan kawasan Alam Sutera yang berkelanjutan tentu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Hanya, perlu komitmen dan upaya yang terjaga terus-menerus. Jika hal ini dapat dilakukan, akan menjadi keunggulan bagi Alam Sutera ke depan mengingat di wilayah Alam Sutera terdapat juga kawasan hunian terdekat lain sebagai sahabat bersaing. Terus maju Alam Sutera mempersembahkan hunian yang sehat bagi warga!

Sumber:

1. Kunjungan dan Talkshow Alam Sutera

2. Leaflet dan brosur Alam Sutera

3. www.alam-sutera.com

Ernip

/enni

TERVERIFIKASI

Belajar menulis. Suka Travelling. Introvert.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana