Mohon tunggu...
zulaikhatul khuluddiyah
zulaikhatul khuluddiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

Army

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Hubungan Islam dan Pancasila sebagai Dua Ideologi Negara

25 September 2022   05:23 Diperbarui: 25 September 2022   06:43 127 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber ilustrasi:logo-logounik.blogspot.com

Indonesia merupakan negara yang kaya, dimana terdapat berbagai macam agama dan budaya di dalamnya. Salah satunya adalah agama islam, dimana Indonesia sebagai negara dengan jumlah penganut agama islam terbanyak di dunia. Di perkirakan terdapat 229 juta umat muslim di Indonesia. Sedangkan penduduk di Indonesia sendiri kurang lebih 263 juta jiwa. Hal ini berarti hampir 90% penduduk di Indonesia memeluk agama islam.

Islam adalah agama universal, bukan hanya melaksanaan ibadah kepada Tuhan, melainkan juga melaksanakan hubungan yang baik antara sesama makhluk juga kepada alam ciptaan Tuhan.

Dengan keberagaman agama dan budaya di Indonesia di perlukan adanya sebuah pondasi yang kokoh untuk menjadi negara yang Bersatu dan kuat. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia memiliki peran yang amat penting, sebagai pemersatu dari berbagai kepercayaan dan kebudayaan di Indonesia. Sebuah negara mustahil untuk berdiri kokoh tanpa sebuah dasar yang kuat dan pandangan hidup yang jelas akan tujuan yang akan dicapai.

 Pancasila sendiri berasal dari Bahasa sanskerta yaitu Panca yang berarti Lima dan Sila yang berarti prinsip atau asas.  Pancasila mengandung nilai-nilai kehidupan yang penting. Pancasila sebagai rujukan dari segala hal dan menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat di indinesia. Terdapat berbagai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai tersebut adalah nilai-nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan.

Islam dan Pancasila merupakan dua ideologi yang saling berkaitan. Islam megedepankan nilai nilai ketuhanan, kemanusiaan beserta kemasyarakatan. Dimana semua hal tersebut tersebut tercantum dalam sila-sila Pancasila. Islam dan Pancasila adalah hal yang berbeda, akan tetapi nilai-nilai islam telah dimasukkan ke dalam Pancasila yang hinga kini dijadikan sebagai sebuah rujukan dalam berbagai hal. Pancasila terdiri atas lima sila. Di setiap silanya terdapat sejarah yang mendalam dalam perumusannya. Termasuk sila yang pertama, dimana terdapat unsur kepercayaan di dalamnya.

Dalam sejarah perumusan sila yang pertama ini, terdapat beberapa titik kontroversial. Sila ini disusun dalam proses yang panjang, bahkan sempat terdapat perubahan dalam isinya. Didalam naskah piagam Jakarta, alenia keempat tepatnya. Tercantum rumusan yang menuai berbagai kontroversial dari berbagi pihak. Bagaimana tidak rumusan yang dimaksud adalah "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" Seperti yang kita ketahui di Indonesia memiliki enam agama yang sudah di akui keberadaannya. Meskipun kurang lebih 90% warga Indonesia menganut agama islam. Namun Indonesia bukanlah negara islam.

Mendapati berbagai penolakan dan kritik yang ada sila pertama kini berubah menjadi seperti yang kita tahu selama ini, yaitu " ketuhanan yang maha esa"

Dengan sejarah tersebut, sulit untuk mengatakan bahwa Pancasila dan islam dapat hidup berdampingan. Meskipun demikian islam dan Pancasila tidak sepenuhnya bertentangan karena dalam islam sendiri memilliki dasar hukum yang jelas dan tidak memberatkan umatnya. Dimana jika diterapkan di Indonesia juga tidak aka ada pihak yang di rugikan.

perumusan Pancasila sendiri memang berasal dari ajaran agama, para perumus Pancasila ini merupakan pejuang yang memiliki landasan agama yang kuat dimana apabila menerapkan kelima sila dalam pancasila sama seperti menerapkan ajaran agama, di dalam Pancasila terdapat berbagai nilai tauhid, kedamaian, persatuan, gotong royong dan berbagai hal lainnya yang sama sekali tidak bertolak belakang dengan ajaran agama. Terutama agama islam.

Setiap sila dalam pancasila sendiri terkandung dalam ayat-ayat alqur'an, sila pertama "ketuhanan yang maha esa" terkandung dalam QS. Al-Ikhlas Ayat 1 "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa.

Sila kedua "kemanusiaan yang adil dan beradab" terkandung dalam QS. An-Nisa' Ayat 135 "Wahai orang-orang yang beriman. Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan