Mohon tunggu...
Susanti Susanti
Susanti Susanti Mohon Tunggu... Apoteker - Apoteker Susanti

Mari Berkarya

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Koko Bersarung dan Cici Bermukena di Masjid Al-Alam Kendari

19 Januari 2022   19:47 Diperbarui: 19 Januari 2022   20:18 1324
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Semua teman-temanku berkomentar bahwa penampilanku bermukena ini kalem dan alim sekali. Hehehe, emang saya kalem dan alim kok. Yuk, mari kami berjalan masuk ke dalam masjid. Spot yang tidak terlewatkan adalah berfoto di depan bangunan Masjid Al-Alam ini.

Koko Bersarung dan Cici Bermukena di Masjid Al-Alam Kendari (Dokpri)
Koko Bersarung dan Cici Bermukena di Masjid Al-Alam Kendari (Dokpri)

Selanjutnya, tidak hanya menikmati keelokan masjid yang apik, tetapi juga pemandangan laut dengan latar belakang pemukiman penduduk, dan hamparan daratan (atau perbukitan atau pegunungan) hijau, ada juga jembatan terbentang jauh di depan sana yang kami belum tahu nama jembatannya. Selain itu, banyak tiang-tiang besi yang tertancap dari bawah laut, sepertinya akan dibangun jalan melingkari masjid terapung ini.

Setelah itu, kami melepas alas kaki, dan masuk ke dalam masjid. Pintu masjid dicat warna emas, dan berornamen indah. Seluruh sisi masjid berjendela kaca warna biru yang bisa menembuskan pemandangan laut dengan gulungan ombak tenang dari segala sisi. 

Bangunan dalam masjid didominasi warna putih, dengan ornamen-ornamen berwarna hijau, dan kuning, serta tiang-tiang dikeramik putih keabu-abuan yang senada dengan keramik pada lantai, dengan bagian atas tiang dihiasi ornamen keemasan. Bangunan ini sangat luas, dan beraliran udara baik, sehingga tidak membuat kepanasan, maupun pengap di dalam ruangan.

Di dalam Masjid Al-Alam Kendari (Dokpri)
Di dalam Masjid Al-Alam Kendari (Dokpri)

Kami juga disuguhi keindahan langit saat matahari terbenam sore itu. Awan-awan keorenan perlahan-lahan memudar ke balik langit biru. Demikian, kami menghabiskan senja di Masjid yang terletak di atas Teluk Kendari, dengan silir semilir angin laut.

Saat tiba jam sholat Magrib, teman-temanku mengikuti sholat berjemaah di dalam Masjid Al-Alam. Mereka pun berwudhu di tempat wudhu yang sudah disediakan, yaitu dalam bangunan menara-menara tinggi, yang kiri sebagai tempat wudhu perempuan, dan sebelah kanan sebagai tempat wudhu laki-laki.

Sambil menunggu, saya dan teman yang tidak sholat pun berjalan menuju jalan panjang di samping tempat wudhu perempuan. Ada lampu penerang berwarna kuning yang dipasang di sepanjang lantai jalan tersebut. 

Di situ, kami memandang kerlap-kerlip lampu Kendari Beach yang sudah menyala, dan lalu lalang kendaraan memasuki dan meninggalkan kawasan Masjid Al-Alam. Lampu berwarna putih pada tulisan Masjid Al-Alam mulai dinyalakan, dan lampu pada atas menara-menara juga menyala dengan warna yang bergonta-ganti.

Masjid Al-Alam Kendari dengan lampu yang menyala (Dokpri)
Masjid Al-Alam Kendari dengan lampu yang menyala (Dokpri)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun