Mohon tunggu...
zahra royhanah
zahra royhanah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

content writer

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Praktik Pembinaan Sumber Daya Manusia/Sumber Daya Insani

5 Juni 2022   20:55 Diperbarui: 5 Juni 2022   22:34 367
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Dalam KBBI, “pembinaan” bentukan dari kata dasar “bina” yang artinya membangun, mendirikan, usaha untuk lebih baik, sedangkan kata “pembina” berarti orang yang membina, pembangun, dan kata “pembinaan” memiliki arti proses, cara, pembaharuan, penyempurnaan, usaha dan tindakan yang dilakukan dengan efesien dan efektif untuk mendapat hasil yang lebih baik.

Sedangkan SDM mempunyai arti sebagai potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transormatif yang mampu mengelola diri sendiri serta seluruh potensi yang ada di alam menuju kesejahteraan dalam tatanan kehirupan yang berkelanjutan.

Jadi yang dimaksud dari pembinaan sumber daya manusia adalah pembinaan yang berhubungan dengan pengelolaan pengetahuan sehingga menjadi lebih terampil dan ahli serta didukung dengan pembinaan mentalitas guna menanamkan kesadaran dan memelihara dan mendarmabaktikan dalam bentuk sikap yang bersih.

Hasil studi Christina and Maren (2010) menyimpulkan bahwa kinerja sumber daya manusia dipengaruhi oleh komitmen. Komitmen organisasi merupakan kekuatan yang bersifat relatif dari karyawan dalam mengidentifikasi keterlibatan dirinya ke dalam bagian organisasi. Hal ini ditandai dengan tiga hal, yaitu:

1). Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi,

2). Kesiapan dan kesediaan untuk berusaha sungguh-sungguh atas nama organisasi,

3). Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (Mowday, et.al:1981).

Kompetensi sebagai karakteristik dasar dari seseorang yang memungkinkan mereka mengeluarkan kinerja superior dalam pekerjaannya. Kompetensi juga merupakan bagian kepribadian yang mendalam dan melekat pada seseorang dengan perilaku yang dapat diprediksi pada berbagai keadaan dan tugas pekerjaan. Kompetensi utama yaitu jenis kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap individu pegawai, terdiri dari:

  • Orientasi melayani pelanggan
  • Orientasi pada pencapaian
  • Pembelajaran berkesinambungan

Proses dan mekanisme diklat berbasis kompetensi. Dalam melaksanakan manajemen SDM pada pelaksaan program latihan berbasis kompetensi ada beberapa proses atau serangkaian tahapan yang harus dilalui yaitu :

  1. Melakukan proses koreksi pada visi, misi dan juga value perusahaan. Tahapan pertama yang dapat dilakukan untuk Manajemen SDM berbasis kompetensi adalah melakukan koreksi terhadap visi, misi dan juga value perusahaan. Hal ini menjadi bagian penting untuk dilakukan karena berkaitan dengan tujuan yang dimiliki perusahaan.
  2. Melakukan identifikasi kompetensi pada posisi tertentu. Bagian selanjutnya yang harus dilakukan adalah proses identifikasi kompetensi dari posisi-posisi tertentu. Dengan melakukan proses identifikasi, tentunya seseorang dapat mengetahui dengan pasti kompetensi apa saja yang sekiranya dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut.
  3. Proses pembuatan standar kerja. Standar kerja tentunya harus dibuat dengan sebaik mungkin. Karena dengan pembuatan yang tepat, tentunya pekerjaan pun dapat dilakukan dengan lebih baik pula. Hal ini tidak lepas dari pembuatan standar kerja yang memang berkaitan dengan job description.
  4. Pengembangan kandidat melalui kursus dan juga pelatihan. Untuk proses pengembangannya sendiri dapat dilakukan dengan upgrade kemampuan. Dalam hal ini, setiap perusahaan dapat mengikuti pelatihan atau bahkan menyediakan kursus bagi para kandidat yang dimilikinya.
  5. Menganalisa kandidat. Bagian paling akhir dari tahapan manajemen SDM berbasis kompetensi adalah melakukan analisis terhadap setiap kandidat yang dimilikinya.

Beberapa cara atau metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan pegawai baru yaitu:

  • Magang/Apprenticeship Training. Magang adalah suatu pembekalan pegawa baru dengan cara belajar langsung dengan senior dan diawasi oleh para pakar atau ahlinya.
  • Learning By Doing/On The Job Training/Bekerja Sambil Belajar. On the job training adalah suatu bentuk pembekalan yang dapat mempercepat proses pemindahan pengetahuan dan pengalaman kerja/transfer knowledge dan para karyawan senior ke junior.
  •  Vestibule Training. Vestibule training adalah memberikan pelatihan semacam kursus yang dijalankan di luar lingkungan kerja.

Departemen Sumber Daya Manusia dalam suatu organisasi atau perusahan memiliki peran, fungsi, tugas dan tanggung jawab:

  • Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja/Preparation and selection
  • Pengembangan dan evaluasi karyawan/Development and evaluation.
  • Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai/Compensation and protection.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun