Mohon tunggu...
Dr. Yupiter Gulo
Dr. Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Dosen - Dosen, peneliti, instruktur dan penulis

|Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar|

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Orang Ketakutan Akan Bersembunyi, Pahami Dampak Buruknya

1 Mei 2019   10:11 Diperbarui: 1 Mei 2019   12:20 768
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ketika Adam dan Hawa berbuat dosa, dan Allah datang mencari mereka, Adam berkata, "Aku takut, sebab itu aku bersembunyi" 

Sesungguhnya kisah Adam dan hawa ini menjadi pesan mendasar yang juga terus dialami oleh manusia yang melakukannya hingga sekarang dan terus menerus dimasa yang akan datang. Karena kita takut maka mau aman saja dan kita bersembunyi. Tanpa disadari manusia, kita-kita ini, menyembunyikan warna atau jatidiri yang sebenarnya.

Disana nyata kecenderungan kuat bahwa kita tidak rela lalu membiarkan orang lain tahu dan faham apa  sebenarnya yang kita sukai dan kita mau. Kita tidak membiarkan orang lain itu melihat bagian terdalam dari diri kita.

Mengapa harus takut? Karena ketika kita membiarkan orang lain tahu apa yang kita sukai dan mereka tidak menyukainya maka seakan kita menyebrangi sungai tanpa dayung. Dipastikan kita akan kehilangan simpati dari  mereka. Ya betul, kenapa Anda takut memberitahu siapa Anda? Sebab, apabila saya memberi tahu Anda, dan Anda tidak menyukai saya, maka akan ada pertentangan diantara kita. Dan saya tidak mau terjadi pertentangan diantara kita, oleh karenanya maka saya tidak punya pilihan lain, saya harus menyembunyikan siapa diri saya kepada Anda. Rasa takut akan mengambil langkah "sembunyi", dan merasa keamanan sudah dikendali dan tangan Anda sendiri.

Jadi, sesungguhnya orang yang merasa ketakutan akan bersembunyi. Bersembunyi tidak selalu seseorang mengurung diri didalam kamar yang gelap sendirian saja. Tidak, dan bukan seperti demikian yang dimaksudkan. Tetapi, Anda akan bersembunyi dibalik layar diri Anda, sebab itulah Anda dan saya  mengenakan topeng, dan kita berpura-pura, sehingga orang lain tidak faham asli kita. Mereka hanya melihat topeng diwajah Anda.

https://pixabay.com
https://pixabay.com
Dan disinilah bahayanya dan mulai rusaknya pribadi seseorang ketika menjalani hidupnya dengan topeng dan layar yang menutupi jati diri aslinya. Dia hidup hanya agar orang lain menyukainya terus menerus. Dipastikan berbagai topeng digunakan dan dikenakan setiap hari bahkan setiap moment ketika interaksi sosial terjadi.

Manusia menjadi pemain sinetron nan sandiwara dari hari ke hari. Dan inilah kemunfakikan hidup yang sangat memalukan di hadapan Allah sang pemilik kehidupan. Banyak orang yang sukses memakai topeng ini sepanjang hidupnya, tetapi juga sangat banyak kisah dan cerita tragis nan pilu ketika tak mampu mengelelonya.

Mari coba merefleksikan dan memahami bahwa ketakutan bisa berakibat tiga hal buruk pada hubungan kita dengan orang lain:

  1. Ketakutan membuat kita defensif. Kita takut mengungkapkan diri sendiri, tak mau membuka lebar diri ini kepada orang lain. Dengan berbagai cara kita membela diri sendiri. Bahkan saat orang lain menunjukkan kelemahan kita, biasanya akan menyanggahnya dan membela diri kita sendiri mati-matian tanpa ampun. Artinya kita menjadi pribadi yang defensive, yang sebenarnya tidaklah sehat bila terus menerus dilakukan hanya karena memelihar topeng yang dikenakan.
  2. Ketakutan membuat kita menjauh. Oleh karena menyadai ketakutan yang dirasakan maka cenerung tidak membiarkan orang dekat dengan kita, dan berusaha menjaga jarak yang aman. Bahkan bisa jadi, Anda akan dan ingin menarik diri, mundur dari interksi dengan orang lain. Ada ketakutan yang sangat mendasar sehingga, kita ingin menyembunyikan emosi yang sedang membara dalam diri sendiri. Kita tidak ingin terbuka dan jujur dan berusaha menutup rapat dengan topeng yang dikenakan. Akibatnya menjadi fatal, karena hubungan dengan sesame akan lemah dan bisa putus dan rusak.
  3. Ketakutan membuat kita jadi penuntut. Yang terjadi sesungguhnya ketika situasi yang dihadapi menjadi semakin kita merasa tidak aman, maka kita akan semakin berusaha mengendalikan orang lain dan menuntut mereka memahami dan menerima diri kita. Kita mencoba untuk memutuskan ini-itu dalam hubungan dengan orang lain, lalu mencoba mendominasi dan mengendalikan hubungan yang terjadi. Inilah sesungguhnya yang disebut ciri-ciri sebagai gejala dari rasa takut dan rasa tidak aman yang sangat akut yang dimiliki oleh seseorang. Pasti akibat ini tidak sehat bagi diri seseorang dalam menjalani hidup dengan sesamanya.

Nampak bahwa akibat dari merasa takut sungguh tidak menyehatkan diri dan jiwa seseorang. Dan karenanya harus mampu mengelola agar 3 akibat buruk diatas tidak akan terjadi. Sebab dia akan memenjarakan diri Anda kalau tidak bisa keluar dari situasi yang nampak seperti lingkaran setan hingga ajal menjemput Anda.

Inti pesan kuncinya terletak dari jawaban terhadap pertanyaan mendasar ini yaitu "Di mana Anda bisa mendapatkan keberanian untuk mengambil langkah pertama untuk menjalin relasi dengan seseorang dan membawa hubungan itu menjadi suatu persahabatan yang mendalam? Dari mana Anda bisa mendapatkan keberanian itu?

Ini sudah menyentuh soal jati diri yaitu "keberanian". Harus muncul dari dalam diri sendiri untuk berani mengambil tindakan pertama agar tidak terjebak dengan 3 akibat buruk diatas. Jawabannya sederhana saja, yaitu fahami dan kenali diri Anda, jati diri Anda sebagai "ciptakan Allah" maha suci dan dahsyat itu, karena didalam diri setiap orang Allah sudah menempatkan Roh Suci yang mampu memberikan keberanian yang bersumber dari si pemberi Roh itu sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun