Mohon tunggu...
Rizal De Loesie
Rizal De Loesie Mohon Tunggu... Seorang Lelaki Penyuka Senja

Rizal De Loesie, nama pena dari Yufrizal, mengalir darah Minang dan Tapanuli, email: yufrizal67@gmail.com Antologi Puisi : Sekeras Karang Selembut Embun, Menjodohkan Langit dengan Bumi, Bila Tiada Lagi RIndu (2019) LINDAP, 2019

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Aku Hanyalah Insan Belajar Tabah

26 Juni 2019   08:51 Diperbarui: 26 Juni 2019   09:08 0 5 0 Mohon Tunggu...
Puisi | Aku Hanyalah Insan Belajar Tabah
pixabay.com

Rizal De Loesie

Tetiba saja aku lewati kursi biasa kau duduki, ada wangi tubuhmu yang utuh. Berlabuh di serat-serat kainnya mungkin. Wangi itu tak mungkin bisa aku hapus, selalu saja mendera dalam rongga jiwa.

Sesekali tanpa sengaja, aku lewati jalan setapak, di sana pernah kita injaki rerumputnya. Kembali kulihat sandalmu meninggalkan bekas yang terlalu sulit di sapu angin dan embun.

Kini, kunikmati keping malam dengan merajut mimpi-mimpi. Kusesali sesekali, lalu tersenyum lagi. Karena sesungguhnya yang terpapar bukanlah desau angin malam, tetapi layaknya penyair yang dilahirkan rahim kata, menjelma bagai cahaya kunang-kunang. Di kerumunannya kutautkan noktah cahaya selayak dirimu dikeremangan malam.

Syair, ya kupagut kata-kata, kupagut dosa-dosa, kupagut segenap kelam dalam rangka diksi yang tak usai-usai.

Aku telah terbagun dari pagut subuh, dalam panggilan-Nya itu. Keterjagaankah atau tak sedetak pun waktu lelap kugenggam, itu tak lagi masalah.... Karena ada dan tiada, benar dan salah hanyalah rangkai peristiwa yang sebenar hikmah. Dan tiap bulir hikmah adalah berkah..... dan aku hanyalah insan yang belajar tabah....

Bandung, 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x