Mohon tunggu...
Yudi Kita
Yudi Kita Mohon Tunggu... My life is a journey

Menulis adalah jalan cerita hidup untuk mengabadikan pikiran, pengalaman dan gagasan

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Merokok, Sekarang Sama Sekali Tidak Keren

19 September 2019   18:54 Diperbarui: 19 September 2019   18:55 0 1 1 Mohon Tunggu...
Merokok, Sekarang Sama Sekali Tidak Keren
grafis: beritasatu

Aku pertama kali merokok itu saat sekolah si SMK, kala itu yang gak merokok dianggap cemen, gak gaul, dan sebagainya, alih-alih coba-coba, rokok kujadikan sebagai pelampiasan terhadap berbagai hal, misalnya pemberontakan, saat ada hal yang harus aku lakukan untuk memprotes seperti "marah dengan orang tua", yang kulakukan adalah merokok.

Kemudian dalam perjalanannya, aku mulai aktif merokok, dari beli perbatang, setengah bungkus, kemudian berbungkus-bungkus, setelah selesai SMK, aku pernah mencoba untuk berhenti merokok, atas keinginan ku sendiri, dan itu hanya bertahan 1 bulan.

Lalu kemudian jadi perokok aktif lagi, sekitar ditahun 2015 aku kemudian memutuskan berhenti merokok kedua kalinya, saat itu sanggup bertahan 1 tahun, dikarenakan coba-coba lagi, kebiasaan merokok ku kembali kambuh, dan kuhabiskan merokok sekitar 2 bungkus sehari.

Bertahan sekitar 4 bulan, kemudian kuputuskan lagi untuk berhenti merokok, yang kini sudah berjalan sekitar 4 tahun, sampai saat ini ku syukuri, bahwa aku terbebas dari ketergantungan tembakau, saat pertama berhenti merokok banyak cobaan yang terjadi, seperti pikiran tidak tenang, gelisah, ejekan kawan, dan sebagainya.

Ada satu hal yang tidak kusukai saat dulu masih aktif menjadi perokok yaitu 'bau tangan', bau asap rokok ditangan acap kali membuat ku sedikit terganggu.

Kini, setelah hilang dari ketergantungan merokok, aku bisa mengatakan bahwa "merokok itu sebenarnya tidak keren", justru "tidak merokoklah yang keren", kalau boleh aku berkata sedikit menghina, sebenarnya merokok itu adalah kebiasaan orang jaman, dimana negara-negara maju mulai membuang kebiasaan lama dengan hidup dalam gaya modern.

Dalam berbagai survei, tingkat perokok itu sangat tinggi di negara-negara miskin dan berkembang, sedangkan tingkat perokok di negara-negara maju sangat rendah, jangan pernah menganggap bahwa perokok di negara maju dianggap keren.

Indonesia hingga kini masih menjadi sebagai negara yang penduduknya perokok aktif dalam presentase yang sangat tinggi, dibanding tetangga seperti Malaysia dan Singapura, anehnya di negara tetangga seperti Singapura, perokok aktif presentasenya antara laki-laki dan perempuan tidak selisih jauh, berbanding terbalik dengan Indonesia, dimana perokok aktif di dominasi oleh laki-laki.

Jika ditanya, mana yang membuat mu nyaman "merokok dengan segala gayanya", atau menjadi tidak perokok, maka aku bisa dengan yakin mengatakan, "tidak merokok membuat ku lebih nyaman". Jika ingin merasakan bagaimana nikmatnya hidup tanpa ketergantungan rokok, maka hanya satu cara "BERHENTILAH", karena merokok sungguh tidak keren di era sekarang.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x