Mohon tunggu...
Yovianus Toni
Yovianus Toni Mohon Tunggu... Konsultan - Iklim berubah, saya juga

Lihat, tandai

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Satu RT Satu Ruang Publik

30 September 2015   13:31 Diperbarui: 30 September 2015   14:26 192
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kita bisa mendapatkan itu dengan menutup jalan secara sementara, misalnya antara jam 4 – 6 sore atau pada akhir minggu ditambah antara jam 6 – 10 pagi. Karena jalan di dalam RT biasanya hanya melayani warga sekitar, penutupan sementara ini biasanya tidak terlalu berdampak bagi pengguna kendaraan. Pengalihan ke jalan alternatif disiapkan untuk hal tersebut.

Jarak tempuh dengan berjalan kaki

Pada umumnya warga menyukai jika jaraknya dapat ditempuh 5 menit saja dengan berjalan kaki. Tidak perlu membawa sepeda motor apalagi mobil. Berjalan 5 menit dengan santai itu hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumah. Jarak yang dekat memungkinkan anak-anak bisa langsung menjangkau lokasi hanya dengan sepeda mereka, atau ibu-ibu bisa langsung mendorong kereta bayinya tanpa persiapan khusus sebagaimana kalau menikmati taman kota yang besar. Apalagi sudah menjadi kebiasaan warga kota untuk menyuapi anak-anak mereka makan sambil menikmati suasana luar ruangan.

Merencanakan dan mengelola secara partisipatif

Perencanaan yang dibuat secara partisipatif akan membangkitkan rasa kepemilikan warga, dan jika warga sudah merasa memiliki, warga bisa berkontribusi apa saja untuk membuat ruang publik tersebut menjadi lebih menarik dan nyaman. Warga sudah terbiasa dengan kerjabakti bulanan dan saya yakin warga senang jika diundang untuk hadir dalam pertemuan untuk merencanakan ini.

Untuk tahap awal, bisa dimulai dengan memilih jalan mana yang bisa dipakai. Hal-hal lain yang bisa disepakati seperti pengelola yang bergantian antar warga, waktu operasi, konsep ruangnya, perlengkapannya dan bagaimana sosialisasi ke seluruh warga. Karena ruang publik juga dinamis, konsep yang sempurna tidak perlu menjadi target di awal.

Untuk mempercantik lokasi sekaligus penanda, jalan beraspal bisa dicat berwarna warni. Serahkan urusan ini ke karang taruna atau warga yang memang punya ketrampilan dekorasi. Asal warga diajak, selalu saja ada yang bisa menangani hal-hal tersebut.

Pemerintah, misalnya di tingkat kelurahan cukup melakukan fungsi pembinaan dan dukungan anggaran, misalnya mendorong beberapa RT yang sudah siap untuk memulainya dan menjadikan itu pembelajaran untuk ditiru oleh RT lain. Jika pemerintah kota ingin mewujudkan kota yang layak huni, ini menjadi gerakan yang bisa mempercepatnya. Pada momen-momen tertentu,misalnya agustusan atau ulang tahun kota, dibuat lomba ruang publik antar RT.

Jenis aktivitas yang bisa dilakukan:

Karena letaknya yang terjepit di antara rumah dan permukiman padat, tentu saja aktivitasnya cenderung pasif seperti mengobrol atau pun bersepeda bagi anak-anak. Olahraga yang ringan seperti badminton bisa juga dilakukan. Rapat-rapat RT bisa juga dilakukan di tempat seperti itu, dan malah bisa menghadirkan peserta yang lebih banyak. Jika sudah dibenahi, arisan-arisan RT juga bisa langsung digelar di tempat tersebut. Bukan tidak mungkin, acara ulang tahun anak juga bisa langsung di lokasi tersebut. Jika ada warga yang mampu, dia bisa menyediakan hotspot gratis untuk dipakai oleh pengguna gadget.

Ruang publik yang sudah terkelola dengan baik dan partisipatif, bisa membuat lingkungan kita seperti rumah klaster. Warga menjadi saling kenal dan fungsi interaktif-nya dapat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun