Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Lelucon Sempurna Manchester United

14 Agustus 2022   12:02 Diperbarui: 14 Agustus 2022   18:45 1225
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Erik Ten Hag, menjalani start jeblok di Manchester United (Tribunnews.com)

Mereka tidak tega melihat "tragedi bedol desa" seperti saat Liverpool menang 5-0 di sana musim lalu kembali terulang terlalu cepat. Mungkin, ini akan jadi tema cerita minggu depan, karena Liverpool dengan Darwin Nunez-nya akan mampir dan menunjukkan versi serius mereka.

Momen
Momen "Tragedi bedol desa" Manchunian di Old Trafford musim lalu (Dailystar.co.uk)
Saya justru curiga, jangan-jangan Manchunian sudah mulai ketar-ketir karena minggu depan Old Trafford akan kedatangan Liverpool. Makanya, tagar #EmptyOldTrafford belakangan viral di media sosial.

Start jeblok Manchester United di era Ten Hag mungkin jadi yang terburuk di era pasca-Ferguson. Meski memilukan buat Manchunian, ini jadi sebuah level komedi baru di klub, karena di fase pramusim tim ini terlihat tampil serius dan meraih hasil baik, tapi justru tampil melawak saat kompetisi dimulai.

Satu-satunya dugaan yang bisa dimengerti adalah, mungkin Manchester United hanya membeli versi kemampuan "trial version" saat memboyong Erik Ten Hag dari Ajax Amsterdam, tapi lupa membeli versi "full version" yang ternyata dijual terpisah oleh Ajax.

Inilah satu kebiasaan umum di Manchester United era kekinian, khususnya dalam hal rekrutmen pemain atau pelatih. Makanya, aksi mereka sukses mencetak banyak meme lucu dan menghibur suporter lawan.

Terbukti, Harry Maguire dan Fred yang kerap dianggap sebagai biang kerok sekaligus dedengkot pelawak di klub, justru cukup diandalkan dan tampil cukup baik di Timnas Inggris dan Brasil.

Bisa jadi, mereka sudah terlanjur kekenyangan dengan era gemilang Sir Alex Ferguson yang terbentang antara tahun 1986-2013, sehingga mereka bosan tampil serius dan lebih memilih jadi pelawak. Toh sama-sama menghibur penonton.

Jika komedi ini masih terus berlanjut, rasanya The Red Devils perlu menjalani ritual ganti nama jadi "Melawak United" atau jadi ormas saja. Sekalian buang sial.

Berhubung kemampuan melawaknya sungguh sangat hebat, tim ini lebih membutuhkan pelatih sekelas Jackie Chan atau Mr. Bean, untuk hasil yang lebih sempurna. 

Dua sosok legendaris ini lebih pas, karena pelatih juara Liga Champions sekelas Louis Van Gaal dan Jose Mourinho saja mendadak hilang kesakitan di sini, akibat kuatnya DNA melawak dalam klub.

Level mereka berada jauh di atas tim sepak bola biasa, karena sudah cukup konsisten, dalam menghadirkan sajian komedi sepak bola kelas dunia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun