Yonathan Christanto
Yonathan Christanto karyawan swasta

Movie Enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"First Man", Kisah Emosional Neil Armstrong dalam Balutan Visualisasi yang Megah

11 Oktober 2018   09:17 Diperbarui: 11 Oktober 2018   14:48 2963 9 7
"First Man", Kisah Emosional Neil Armstrong dalam Balutan Visualisasi yang Megah
Vox.com

Sejak di bangku sekolah dasar, kita semua pasti sudah mengenal nama Neil Armstrong beserta Buzz Aldrin dan Michael Collins yang merupakan trio manusia pertama di bulan. Bahkan mungkin kita justru hanya mengenal si manusia pertama di bulan, Neil Armstrong dibandingkan kedua temannya karena seringnya nama Neil Armstrong disebut dalam berbagai pertanyaan tugas dan ujian kala itu.

Namun layaknya kisah-kisah keberhasilan berbagai tokoh dunia lainnya, kita pun hanya mengetahui kulit luarnya saja serta hasil dan pencapaian mereka tanpa mengetahui sulitnya proses yang mereka hadapi hingga menjadi tokoh besar yang mempengaruhi perkembangan dunia berkat pencapaiannya.

First Man merupakan film yang menceritakan lika-liku si manusia pertama di bulan, dari sejak awal mengikuti proyek NASA hingga akhirnya menjadi salah satu orang yang ikut menancapkan tonggak sejarah dunia. Dengan kata lain, First Man menyajikan sisi lain Neil Armstrong yang emosional dan jarang diketahui publik.

Tentang First Man

Damien Chazelle (Variety.com)
Damien Chazelle (Variety.com)
Disutradari oleh Damien Chazelle yang dikenal  sebelummya lewat filmnya seperti La La Land dan Whiplash, First Man juga membawa trademark sang sutradara seperti yang dilakukannya pada film-film sebelumnya. Film-film Damien Chazelle lebih berfokus pada sisi emosional karakter utamanya, bukan momentum pencapaiannya.

Whiplash (rogerebert.com)
Whiplash (rogerebert.com)
Coba saja lihat Whiplash. Meskipun tema utamanya mengenai perjalanan seorang drummer menuju puncak tertinggi karirnya, namun yang ditawarkan Damien justru lebih dari itu. Damien justru memperlihatkan bagaimana sulit dan tersiksanya si tokoh utama menghadapi gurunya yang agak psikopat, sementara ambisi si tokoh utama tetap menggebu disaat bersamaan. 

Atau coba tonton La La Land, alih-alih memberikan cerita akhir yang bahagia, Damien justru membelokkan akhir cerita yang sebenarnya tidak diinginkan penonton karena sangat emosional.

Theverge.com
Theverge.com
First Man pun seperti itu. Alih-alih memperlihatkan perjuangan sempurna tanpa cacat seorang Neil Armstrong, kita justru disuguhi kisah dari kacamata seorang Neil Armstrong yang rapuh namun juga ambisius, serta usahanya dalam melawan kesedihan terbesar dalam hidupnya.

Hal itu terbukti sejak awal film dimulai, dimana film diawali bukan dengan adegan pembuka yang megah atau awal bahagia. Justru adegan pembukanya langsung menggambarkan kegagalan salah satu penerbangan Neil Armstrong dan penggambaran dirinya yang bak robot dan tidak fokus pada apa yang dilakukannya saat itu.

First Man dibintangi oleh aktor dan aktris yang sudah tidak asing  lagi di kancah perfilman hollywood yaitu Ryan Gosling (Neil Armstrong), Claire Foy (Janet Armstrong), Jason Clarke (Ed White)  serta Corey Stoll (BuzzAdrin).

Sinopsis

Imdb.com
Imdb.com
Tahun 1961, Neil Armstrong merupakan seorang insinyur dan pilot tes di gurun Mojave. Dalam salah satu uji coba penerbangannya melewati atmosfer untuk penelitian, Neil mengalami insiden yang membuat pesawatnya terpantul sejenak ke angkasa luar. Namun begitu Neil tetap bisa pulang ke bumi dengan selamat, meskipun teknologi dalam pesawatnya bisa dibilang tidak mumpuni.

Berbekal pengalamannya di lapangan itulah, pada akhirnya Neil diterima NASA untuk bergabung dalam proyek perjalanan ke bulan. Satu demi satu tes pun berhasil dilewati Neil Armstrong. Namun di balik semua itu, nyatanya tetap ada yang mengganjal dalam hatinya yang tidak bisa berlalu begitu saja.

Kematian anaknya karena kanker serta kematian teman-temannya pasca berbagai kegiatan uji coba, memengaruhi fokus dan emosinya. Namun di sisi lain, hal tersebut juga membuatnya semangat untuk menuntaskan misinya ke bulan. Misi Neil jelas merupakan langkah kecil baginya, namun merupakan lompatan besar bagi umat manusia.

Ryan Gosling Menunjukkan Kelasnya

Telegraph.co.uk
Telegraph.co.uk
Ryan Gosling nampak menjadi one man show di film ini. Penampilannya sebagai Neil Armstrong yang rendah hati, rapuh namun ambisius disaat bersamaan mampu ditampilkan dengan sangat baik. 

Pendalaman dan perkembangan karakternya di film ini mampu ditampilkannya dengan baik sehingga memunculkan kharisma yang nampak nyata dari seorang Neil Armstrong. 

Adegan yang paling memorable tentu saja saat adegan Neil menangisi anaknya yang meninggal. Selama beberapa menit kita disuguhi perubahan wajah Ryan Gosling dari yang menunjukkan raut wajah kuat, menjadi berkaca-kaca, hingga akhirnya pecah air mata sejadi-jadinya. Ryan Gosling sangat natural memerankan karakter ini.

Vanityfair.com
Vanityfair.com
Claire Foy juga mampu menampilkan sosok tangguh seorang istri Neil Armstrong juga ibu yang tetap tegar di tengah kehilangannya. Dia mampu menjadi aktris pendukung yang baik sehingga memberi warna lain pada film ini, berkat chemistry nya yang baik bersama Ryan Gosling.

Sinematografi dan Scoring yang Megah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3