Mohon tunggu...
Yonathan Christanto
Yonathan Christanto Mohon Tunggu... Penulis - Karyawan Swasta

Moviegoer | Best in Specific Interest Kompasiana Awards 2019

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"Ave Maryam", Calon Film Berprestasi di Tengah Potensi Larang Edar

28 September 2018   13:49 Diperbarui: 28 September 2018   17:51 25590
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
7 Hati 7 Cinta 7 Wanita (cinemapoetica.com)

Indikasi paling mudah tentu saja ada pada sajian visualisasinya yang menurut saya sangat mengagumkan. Meskipun baru sekedar teaser, namun apa yang ditampilkan Ave Maryam sudah lebih dari cukup untuk mengambil kesimpulan bahwa film ini memiliki kualitas diatas rata-rata. Ave Maryam jelas tidak digarap layaknya film Indonesia pada umumnya. 

Tone pada film serta teknik pengambilan gambarnya mengingatkan saya pada film-film produksi Eropa yang juga kita tahu merupakan langganan pemenang festival film internasional.

Selain itu, tema yang mengangkat isu agama juga merupakan tema yang saat ini relevan dengan keadaan dunia saat ini. Dilihat dari sinopsisnya, jelas Ave Maryam kemungkinan akan mengangkat tema toleransi antar umat beragama yang cukup kental.

Jika Marlina yang beberapa waktu lalu berhasil masuk seleksi film berbahasa asing terbaik di ajang Oscar karena mengangkat isu feminisme dan kesetaraan gender, maka Ave Maryam sejatinya bisa mencapai hal yang sama bahkan lebih karena tema agama yang dibawa sangat relevan dengan keadaan saat ini.

Potensi Larang Edar di Indonesia

hiburan.metrotvnews.com
hiburan.metrotvnews.com
Tidak bisa dipungkiri, film-film yang mengangkat isu agama ataupun toleransi antar umat beragama, masih sangat sulit untuk diterima beberapa kalangan masyarakat Indonesia. Selain beberapa ormas yang mengatasnamakan agama, penolakan atau pelarangan edar dari kalangan penganut agama yang konservatif pun sejatinya menjadi alasan mengapa film-film bertema agama sulit berkembang di Indonesia. 

catatancelerina.blogspot.com
catatancelerina.blogspot.com
Masih ingat bukan bagaimana film Tanda Tanya(?) ditarik dari peredaran karena tema toleransi yang eksekusinya didalam film dianggap berlebihan bagi beberapa kalangan? Padahal filmnya sendiri memiliki kualitas yang sangat baik. Jadi, tak bisa dipungkiri jika film Ave Maryam kelak mengalami hal serupa. 

Apalagi kita tahu, pemeran utamanya memiliki keyakinan yang berbeda dengan karakter yang dimilikinya, meskipun kita juga tahu bahwa hal seperti ini dianggap sebagai kemajuan dalam dunia seni peran mengingat si aktor atau aktris berani untuk memerankan tokoh diluar zona nyamannya.

Penutup

Pada akhirnya Ave Maryam berhasil membuktikan bahwa perfilman Indonesia saat ini menuju ke arah yang jauh lebih baik. Film-film dengan tema idealis seperti ini semakin banyak muncul di Indonesia. Meskipun mungkin mengalami sedikit gangguan di negara sendiri, setidaknya film ini akan berbicara banyak di kancah internasional.

 Apalagi Ave Maryam juga berhasil masuk official selection di gelaran Hanoi International Film Festival serta Hong Kong International Film Festival. Jadi tinggal tunggu waktu saja untuk menyaksikan deretan penghargaan baik nasional maupun internasional yang akan diterimanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun