Mohon tunggu...
Yeni Dewi Siagian Psikolog
Yeni Dewi Siagian Psikolog Mohon Tunggu... Psikolog - Psikolog

Professional Training Organizer, Human Capital Practitioner, Trainer dan Assessor BNSP Licensed | Coach, Productivity and Women Empowerment Psychologist | Member of APA (American Psychological Association) | WeSing @yenidewisiagianpsikolog | Twitter @yenidewisiagian | FB/IG @yenidewisiagianpsikolog | YouTube @yenidewisiagianpsikologtv | Pernah bekerja sebagai Reporter di Majalah Intisari | Business Inquiries Contact 0812-9076-0969 | www.butterflyconsultindonesia.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Destiny (Jalan Hidup)

15 Mei 2022   19:14 Diperbarui: 15 Mei 2022   20:52 106 5 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Hari itu seorang Executive Muda mendatangi seorang konselor karena merasa ada yang keliru dengan hidupnya.

Jalan hidupnya cenderung mulus, masa sekolah dan kuliah dilewati tanpa kesulitan berarti serta tepat waktu.


Pekerjaan juga didapatkan dengan mudah dan gampang berpindah kantor ke tempat yang diinginkannya.


Konselor hanya menanyakan 1 hal : Apakah Anda sudah tahu Destiny Anda dalam hidup ini ?


Sang Exmud kelihatan bingung, dengan track record-nya yang baik dan keren, bukannya berarti sudah sesuai dengan Destiny-nya?

 Ternyata setelah dirunut ke belakang, perjalanan hidupnya hanya melakukan yang dia mau bukan yang Tuhan mau.


DESTINY merupakan dasar dari semua alasan Umat Manusia diciptakan. Karena itu sifatnya sangat personal dan spesifik untuk setiap orang.

"KALAU SESEORANG DIPANDANG SUKSES SAAT INI, BELUM TENTU KARENA DIA SUDAH BERJALAN DALAM DESTINY-NYA. DIA MUNGKIN BAKAL LEBIH SUKSES LAGI KALAU DIA JALAN SESUAI DESTINY-NYA."

DESTINY adalah tugas mulia yang diamanatkan kepada setiap orang dari Sang Pencipta sebelum seseorang dilahirkan ke muka bumi.


Tapi selain itu manusia juga dibekali kehendak bebas yang membuatnya bisa memilih ikut Destiny (alasan penciptaan/tugas mulia) yang sudah Allah tentukan atau malah hidup seenaknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan