Mohon tunggu...
Budiyanti
Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru di Kabupaten Semarang yang gemar menulis di usia senja. Menulis adalah jejak hidup. Menulislah agar hidup bermakna.

Guru dan pegiat literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mengenang Jejak-Jejak Lama

2 September 2022   06:55 Diperbarui: 2 September 2022   07:05 105 9 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Mengenang Jejak-jejak Lama

Jejak-jejak lama kembali hadir
Mengusik rongga hati yang masih erat menyimpan
segala rasa

Kini jejak-jejak itu melintas jelas
Dalam setiap hela napasku
Dalam setiap detak jantungku
yang menyertai perjalananku pagi ini

Bersama menapaki jejak-jejak
Tuk gapai mimpi
Bersama merangkai aksara
Tuk wujudkan asa
Bersatu dalam ukiran hati yang menyatu dalam bingkai kasih yang  tak berjeda
Dalam balutan kasih yang terus menggurita

Onak dan badai menjadi sahabat setia
Ranting-ranting yang patah kadang menjelma
Semuanya kuramu dalam belanga cinta

Ah, jejak lama menjadi kenangan
Yang tak mungkin lepas
Yang tak  mungkin kulupa

Amb, 2 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan