Rohayati Aya
Rohayati Aya lainnya

Lulusan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat,IPB tahun 2012. Mahasiswa Pascasarjana IPB Program Studi Sosiologi Pedesaan 2014.

Selanjutnya

Tutup

Tekno Artikel Utama

Hati-hati Penipuan yang Mengatasnamakan Gojek

25 Oktober 2017   09:35 Diperbarui: 25 Oktober 2017   11:39 2350 8 1
Hati-hati Penipuan yang Mengatasnamakan Gojek
Ilustrasi. Tribunnews.com

Sore kemarin tepatnya Pukul 17.00 WIB saya mendapat telfon misterus yang mengatasnamakan Gojek. Penelpon menginfokan bahwa dalam rangka HUT Gojek yang ke 7, pihak Gojek sedang bagi-bagi hadiah bagi pelanggan yang beruntung. Dan setelah dilakukan pengundian, nomor saya termasuk dalam pelanggan yang beruntung. 

Hadiahnya tidak main-main yaitu uang senilai 2 juta rupiah. Bagi saya itu adalah nominal yang besar, jarang-jarang ada jasa layanan yang mau kasih uang secara cuma-cuma ke pelanggan. Padahal jika diakumulasikan pembayaran saya ke Gojek belum tentu sampai sejuta. Maklum saja, saya punya beberapa aplikasi ojek online di hp dan terkadang saya juga menggunakan ojek pangkalan. Jadi tidak melulu menggunakan Gojek.

Mendengar kalau saya menang undian, rasanya pengen jingkrang-jingkrang di kasur. Sudah tebayang, kalau saya mau traktir keluarga dan teman-teman. Tapi itu hanya khayalan saja, nyatanya saya mikir dan bertanya pada penelpon "Ini penipuan kan, masa saya disuruh kasih kode verifikasi yang dikirim Gojek?" Si penelpon berusaha menguasai alam bawah sadar saya dan terus membujuk agar saya memberikan kode verifikasi atau password Gojek saya. Dengan keraguan saya pun menyebutkan kode tesebut. Alamak!! 

Meski sudah memberikan kode verifikasi, saya tetap bertanya "ini bukan penipuan kan Pak?" Lalu saya berdalih, kalau saya akan cek di aplikasi Gojek apa benar sedang HUT ke 7. Telepon ditutup, saya mulai beraksi untuk cari info ke saudara dan teman-teman. Hasilnya semua mengatakan bahwa ini penipuan. Tidak mungkin pihak Gojek minta password kita. Selang beberapa menit, si penelpon kembali meneror saya. Karena saya penasaran, permainan tetap saya lanjutkan. 

Penelpon mengatakan ada dua cara untuk mencairkan uang, melalui Go-pay atau transfer lewat atm. Saya memilih transfer, pikir saya sayang kalau uang 2 juta dimasukkan ke Go-pay. Saya sempat bertanya, apa bisa separuh masuk Gopay separuh ditransfer ke rekening saya. Si penelpon bilang tidak bisa. Menurutnya, kalaupun ditransfer tidak perlu mengirimkan nomer rekening. Cukup masukkan kode perusahaan Gojek, diteruskan nomor hp kita pada mesin atm misal 607370856410xxxxx. 

Si penelpon kembali bertanya, berapa jarak rumah saya ke atm, menggunakan rekening bank apa. Saya jawab saja, jaraknya 10 menit, saya menggunakan rekening Bank Mandiri. Mendengar itu, si penelpon mengatakan jika saya langsung saja ke atm dan sebaiknya telponnya jangan ditutup karena nanti akan dipandu pengisianya saat di atm. Saya kembali berdalih, "maaf pak saya belum mandi jadi saya bisa ke atm setelah mandi," Si penelpon mengiyakan, "silahkan mandi dulu," katanya. Pukul 17.30 si penelpon kembali menghubungi, dan dengan tegas saya bilang hadiahnya untuk orang lain saja pak, Bye. 

Setelah kejadian itu, malamnya saya langsung menghubungi pihak costumer service Gojek dan meminta agar akun saya dipulihkan. Sebelumnya pernah ada kasus serupa yang menimpa saudara teman saya sekitar awal Oktober. Jadi untuk warga Kompasiana untuk behati-hati terhadap penipuan berkedok Gojek. Jika sudah seperti ini, pihak perusahaan tentu mengalami kerugian. Semoga tidak ada korban lainnya setelah saya.