Ina Tanaya
Ina Tanaya ibu rumah tangga

Blogger, Penulis , Traveller

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Melayani Pasien Katarak dengan Bakti Sosial "Katarak"

15 November 2017   12:45 Diperbarui: 15 November 2017   13:00 241 2 2
Melayani Pasien Katarak dengan Bakti Sosial "Katarak"
Dokumen Pribadi

"Mata adalah Pelita Hidup.  Namun, jika kebutaan tiba,  hidup dalam kegelapan dunia, menghempaskan sendi-sendi kehidupan itu sendiri".

Seseorang penderita katarak menceritakan dengan sangat detail, dulu ketika dia masih memiliki mata yang sehat , dapat melihat dunia dengan indahnya.  Apalagi dia seorang supir pribadi sangat membutuhkan kedua matanya untuk melihat dengan jelas kondisi lalu lintas . Sayangnya,  ketika mata kirinya didiagnosa menderita katarak, mulailah penglihatan kirinya tidak sejelas seperti sebelumnya, kabur dan tidak jelas objek di depannya. Apabila sore menjelang, sulit baginya untuk menembus lalu lintas.  Hal itu sangat membahayakan dirinya maupun orang lain.    Hidupnya makin sulit karena katarak itu cepat atau lambat akan membuat mata kirinya jadi buta.    

Dia memang memiliki BPJS tetapi dia masih belum yakin apakah dengan BPJS itu dapat ikut operasi katarak .  Kesedihannya yang terdalam adalah makin mahalnya biaya untuk operasi katarak jika harus membayar dari kantong sendiri.  Biaya besar jadi kendala besar, tetapi dia tak ingin menyerah karena hanya dengan operasi kataraklah ,  dia dapat meneruskan kehidupannya sebagai supir.

Beruntung dia mendapat informasi dari atasannya yang merupakan salah seorang dari anggota GKI Pondok Indah.  Ada Baksos Katarak 2017.   Informasi itu dia dapatkan sejak bulan September 2017.

Itulah sekelumit cerita salah seorang pasien yang mengantarnya menjadi salah seorang peserta pasien baksos Katarak 2017.  Ia sesorang supir yang tidak mau disebut namanya. Harapannya yang sangat besar, operasi katarak ini dapat menyembuhkan matanya.  Keberhasilan itu akan membuat semangat hidupnya karena dia harus bekerja secara normal,  untuk menafkahi keluarganya sebagai supir.

Baksos  Katarak 2017 merupakan Bakti Sosial yang diadakan oleh GKI Pondok Indah ke 9 kalinya bekerja sama dengan PERDAMI (Persatuan Dokter Mata seluruh Indonesia) dan ke-6 kalinya bekerja sama dengan  RS. dr. Suyoto, Bintaro.   

Setelah 9 tahun berturut-turut melakukan pelayanan  Bakti Sosial Katarak , apakah ini merupakan kegiatan rutin dan lebih mudah untuk dilakukan?   Ternyata jawabannya bukan masalah sulit atau mudahnya melaksanakan operasi Katarak tetapi kepada tujuan dari Operasi Katarak itu sendiri. 

Dr. Humala  Simandjuntak selaku ketua Bakti Sosial Katarak 2017  mengatakan :  " Tujuan dari baksos Katarak 2017 ini adalah mengurangi tingkat resiko kebutaan katarak di Indonesia, khususnya  di sekitar lingkungan GKI Pondok Indah.    Kami semua baik itu panitia, relawan, maupun staf Gereja Pondok Indah bekerja dengan sukacita  melayani sesama karena Tuhan telah terlebih dulu melayani kami".

"Diharapkan dengan Baksos Katarak 2017 ini kami dapat merangkul masyarakat penderita katarak ,  dapat  meraih penglihatan yang lebih jelas setelah operasi Katarak.  Biaya operasi katarak yang mahal menjadi kendala bagi masyarakat untuk dapat mengakses kesehatan untuk operasi katarak, kecuali mereka yang memiliki BPJS Kesehatan", ujar Dr. Humala.

 Berdasarkan data enam tahun yang lalu dari WHO tentang Katarak di Sydney,  dikatakan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua penderita Katarak di dunia setelah Etiopia.    Dari sumber lain dikatakan bahwa angka penderita katarak nasional atau indonesia sebesar 2% dari jumlah penduduk. Angka kebutaan di Jawa Timur 4.4%, DKI 1,9% , Jawa Barat 2,3% , Sulawesi Selatan 2,6%.  

Penyebab utama besarnya penderita katarak adalah proses degeneratif atau bertambahnya usia. Selain usia yang sudah senja penyakit katarak pun bisa disesabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah katarak traumatic yang disebabkan oleh riwayat trauma atau cidera pada mata, kemudian katarak sekunder yang disebabkan oleh penyakit atau gangguan metabolisme dan lain-lain. Selanjutnya katarak yang disebabkan oleh paparan sinar radiasi dan sinar UV yang langsung pada mata dalam waktu yang lama, katarak yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan jangka panjang seperti kortikosteroid

Mengingat betapa besarnya dampak kebutaan pada penderita  katarak,  adanya Baksos Katarak akan mengurangi jumlah kebutaan yang disebabkan oleh katarak, tetapi yang paling penting adalah pengalaman spiritualitas yang sangat mendalam dalam pelayanan.    Bukan sekedar pelayanan saja yang tak bermakna, tapi justru pelayanan yang "mengantarkan seseorang untuk mendapatkan kebahagiaan karena lepas dari kebutaannya.  

Pelayanan Baksos Katarak 2017 dimulai dengan pendaftaran pasien sejak bulan Agustus 2017..   Pengumuman pendaftaran telah disebarkan melalui flyer, website  dan melalui Gereja-Gereja yang lainnya. Jumlah pendaftar pertama untuk operasi katarak sebanyak   153 orang, setelah melalui screening jumlah yang dapat melakukan operasi katarak sebanyak 117 orang.  Mereka yang lolos untuk ikut operasi katarak harus memenuhi syarat . Persyaratan itu antara lain, peserta harus membawa Surat Keterangan Tidak Mampu yang telah ditandatangani dan mendapat stempel dari RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan. Selain itu mereka wajib membawa Surat Keterangan Dokter yang menyatakan bahwa mereka menderita katarak, dan menunjukkan hasil tes gula darah di bawah 140 serta tekanan darah maksimum 140/90. Mereka juga wajib membawa seorang anggota keluarga/pendamping selama proses berlangsung. Baik pasien maupun pendamping harus menandatangani Surat Persetujuan Operasi.

dokumen pribadi
dokumen pribadi

Bersamaan dengan pendaftaran pasien, diadakan juga pendaftaran panitia dan relawan.   Jumlah relawan yang mendaftar sekitar 131 orang.  Diharapkan dengan banyak relawan yang terjun dalam Baksos, Jemat GKI Pondok Indah ikut berpartisipasi dengan aktif , mengambil bagian dalam pelayanan.  Salah satu bentuk pelayanan yang adalah dengan Baksos Katarak , mereka dapat menyaksikan sendiri apa yang dialami mereka bagaimana penderita katarak itu berjalan dan mengalami penderitaan karena tidak adanya penglihatan, produktivitas mereka yang berkurang karena sulitnya melihat dan ketergantungan terhadap orang lain untuk melakukan aktivitasnya.

Demikian juga dengan panitia yang berjumlah 33, bekerja keras untuk menyusun kegiatan, pengarahan relawan, hal-hal teknis berkaitan dengan dokter Perdami dan RS dr. Soeyoto . Penyusunan kegiatan dilaksanakan dengan sangat detail dan seksama.  Memastikan setiap kegiataan berjalan lancar sesuai dengan Standar Operating Procedure.

Pemeriksaan H-7 / Dokumen Pribadi
Pemeriksaan H-7 / Dokumen Pribadi

Screening terakhir yaitu H-7 oleh dokter Perdami untuk pemeriksaan mata,  dan oleh dokter Gereja Pondok Indah untuk pemeriksaan phisik (gula darah, tekanan darah tinggi). Sabtu, tanggal 4 Nopember, 2017, semua pasien yang akan dioperasi sudah berkumpul di Plaza Pondok Indah (sebutan dari halaman Gereja Pondok Indah).   Pemeriksaan fisik, mata dan sosialisasi apa yang perlu dilakukan sebelum operasi diberikan oleh pasien dan pendampingnya.   Sangat diharapkan mereka menjaga kesehatannya jelang operasi.

Tepat pada tanggal 11 Nopember  pasien berkumpul pukul 6.00 dan para relawan berkumpul jam 5.30  di RS Dr. Soeyoto.   Relawan berkumpul untuk absensi dan berdoa renungan singkat oleh Pdt. Bonnie Andreas  Dalam renungan singkat itu Pdt Bonnie mengingatkan kepada kami selaku relawan bahwa pada dasarnya penciptaan Allah itu semuanya dalam keadaan baik dan sempurna . Namun, setelah selesai penciptaan, kondisi berubah,  adanya ketidak utuhan dalam penciptaan , manusia dengan pelbagai penyakit seperti katarak mata.  Kita semua para relawan harus memperjuangkan keadilan, keutuhan bagi sesama manusia .  Tujuannya agar ketidak utuhan manusia menjadi utuh karena adanya manusia yang bekerja dengan iman dan Tuhan berkarya dalam pekerjaan kita.

Selesai renungan singkat itu, masing-masing relawan menyiapkan diri pada pos masing-masing sesuai dengan yang diarahkan.  

Pasien diperiksa fisiknya kembali dengan teliti, setelah itu mereka dibawa ke ruangan depan operasi. Setelah masuk ke ruang operasi, kaki pasien disterilkan dengan pembasuhan kaki dan baju operasi.   Pasien satu persatu menjalani operasi.    Pasien pertama telah muncul dari ruang operasi. Kami relawan bertepuk tangan dan memberikan ucapan selamat bagi seorang ibu yang menjadi pasien pertama .  Sebelum pulang, pasien diberikan pengarahan paska operasi apa saja yang perlu dan harus dilakukan dalam menjaga mata yang baru dioperasi.  

Pasien Pertama setelah operasi /dokumen pribadi
Pasien Pertama setelah operasi /dokumen pribadi

Kebahagiaan yang terpancar di wajah ibu itu ketika dia keluar dari ruangan itu.  Ada terselip kebahagiaan yang tak bisa diceriterakan dengan kata-kata.   Harapan untuk bisa melihat terangnya dunia sebagai suatu harapan kehidupan yang produktif dalam melanjutkan kehidupan.

Pengarahan Setelah Operasi/dokumen pribadi
Pengarahan Setelah Operasi/dokumen pribadi

Pada pelayanan terakhir paska operasi, yaitu H+1 pada tanggal 12 Nopember 2017 pukul 7.00, para pasien diharapkan kehadiran kembali di RS Soeyoto untuk pengecekan hasil operasi.  Jumlah pasien yang hadir ada 115 dan satu diantaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit lain dan satu pasien tidak dapat hadir.

Fokus pelayanan Baksos Katarak 2017 bukan kepada berapa jumlah keberhasilan dari total pasien yang ikut operasi. Tetapi penekanannya adalah kebahagiaan yang dirasakan oleh pasien katarak dengan melihatnya terang dunia, yang membawa mereka kepada suatu  harapan baru untuk melangkah kepada kehidupan yang produktif dan terang iman kepada PenciptaNya.  Juga kebahagiaan para relawan dan semua panitia Baksos Katarak 2017 adalah ikut serta berbagi kebahagiaan bersama dengan para pasien.

Tangerang, 12 Nopember 2017