Mohon tunggu...
Mas Han
Mas Han Mohon Tunggu... Penikmat Kopi dan Belajar Menulis

Arkeolog, Peneliti, Penikmat Kopi, Pecandu Senja, Pencinta Telaga, Belajar Menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Pagi Menyemai Matahari

17 Juni 2021   12:28 Diperbarui: 17 Juni 2021   15:49 175 20 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Pagi Menyemai Matahari
Ilustrasi Puisi:Pagi Menyemai Matahari. Sumber: kabartangsel.com

Kepada angin kukabarkan, akulah pagi yang membangunkan matahari, dari tidur lelapnya di ranjang awan di nirwana 

Akulah pagi, yang sedari malam menjaga rembulan untuk mengantarnya ke pembaringan 

Pagi adalah aku yang menyisakan embun semalam, berbisik rindu lalu mengantarnya pada perjalanan yang memburu

Pagi yang selalu menatap cakrawala di timur, beraura jingga karena berkas purnama yang masih tersisa. 

Pagi adalah perjalananku dalam derap langkah mengawali waktu, lalu mengapit anak sungai dan melepasnya ke muara 

Aku adalah pagi itu, yang memancarkan sinar ke dalam pelupuk mataku agar menatap perjalanan penuh cahaya. 

Dan bukit-bukit yang hijau, lembah, dan telaga semuanya berseri-seri karena kusemai matahari, dan kualaskan pada kakiku sepanjang perjalanan. 

Pagi yang masih menyimpan mimpi semalam dalam rindang pohon dan purnama yang paripurna. 

Menitipkan cahaya hingga pagi, dan  menyambut hari penuh liku, juga bersiap menerjang debu jalanan di terik siang nanti. 

Namun pagi tetap saja matahari, juga tepian senja, cakrawala dan semua cahaya dan warna yang menyatukan. 

Karena pagi adalah perjalanan, juga  semua hal tentang rencana dan gairah yang menjanjikan. 

Mas Han, Bogor 17 Juni 2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x