Mohon tunggu...
I Putu Hendra Wirawan
I Putu Hendra Wirawan Mohon Tunggu... Guru - Guru di SD N Hindu 1 Bukian yang juga merupakan Co-Kapten Belajar id

Lahir di Selumbung, sebuah desa tua di Karangasem Bali. Memulai karirnya sebagai guru di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2012, namun kini ia aktif mengajar di SD N Hindu 1 Bukian, salah satu Sekolah Dasar di Payangan, Gianyar. Ia baru saja menyelesaikan Study Magisternya di Universitas Pendidikan Ganesha pada Program Pendidikan Dasar. Selain mengajar ia rutin membuat Buku Cerita Anak dengan menggandeng penggiat sastra dan ilustrator lokal.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Gerakan Literasi Sekolah Berdampak

18 September 2022   20:48 Diperbarui: 18 September 2022   21:20 209 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Telah kita ketahui bahwa kemampuan membaca yang baik akan berhasil apabila siswa memiliki kebiasaan membaca yang baik pula. Kebiasaan membaca ini akan dapat dibangun apabila didukung dengan bahan bacaan yang menarik untuk siswa sehingga minatnya untuk membaca dapat tumbuh.  

Sekolah sebagai sentra pendidikan perlu mendukung dengan dibangunnya perpustakaan yang nyaman bagi siswa dengan buku yang kaya bahan bacaan.

Buku yang diminati anak di kelas awal biasanya merupakan buku yang memiliki gambar yang beragam dan penuh dengan warna. Bahan bacaan ini sangat diminati siswa kelas awal dengan definisi buku yang tidak terlalu tebal. Biasanya anak akan membolak-balikkan buku tanda mereka menyukai buku tersebut. 

Pada tahap ini siswa masih dalam tahap mengenal bahan bacaan, dan menunjukkan kecintaannya terhadap literasi. 

Mereka masih belum begitu lancar membaca dan mereka seolah-olah sedang membaca. Anak biasanya hanya mengandalkan bantuan gambar untuk mengetahui alur cerita yang disampaikan penulis. Di lain hal ketertarikan membaca siswa ditunjukkan dengan minat atau hobi dari siswa yang bersangkutan. Contohnya siswa akan lebih menyukai bacaan tentang buah, dinosaurus, pesawat atau alat transportasi.

Di SD Negeri Hindu 1 Bukian, kegiatan literasi berawal dari lemahnya kemampuan membaca siswa di kelas tinggi. Hal ini beralasan karena bahan bacaan di sekolah sangat sedikit dengan bangunan perpustakaan yang belum memadai. 

Bangunan perpustakaan yang harusnya digunakan sebagai tempat membaca, beralih fungsi menjadi ruang belajar untuk siswa dikarenakan jumlah siswa melebihi dari jumlah ruangan yang tersedia. Tindakan pertama yang dilakukan demi membangun semangat literasi siswa adalah dengan melakukan Gerakan Literasi Sekolah dengan membaca 15 menit sebelum kelas berlangsung. 

Kegiatan ini diawali dengan membaca buku bacaan apapun yang disukai siswa, dapat berupa bacaan fiksi maupun non fiksi. Perpustakaan yang masih belum tersedia disiasati dengan membuat pojok baca di masing-masing kelas. Hal ini dapat membantu siswa mempermudah aksesnya mendapat buku bacaannya.

Kegiatan mading, diinisiasi oleh siswa kelas tinggi. Mereka mengumpulkan karangan berbentuk prosa, cerpen, puisi atau sajak. Beberapa dari mereka juga ada yang menyumbangkan karya melukisnya. Siswa sangat antusias. Mading yang telah terpampang menjadi salah satu sumber bacaan bagi siswa lainnya. Kegiatan ini ternyata memberi dampak yang positif untuk siswa dimana siswa diberikan media untuk berkreasi.

Dengan semangat literasi yang dimiliki siswa tiap harinya, hal ini menarik minat Yayasan untuk mengadakan kerjasama dengan pihak sekolah. Adalah Yayasan Bali Children's Project yang telah membantu SD kami merenovasi bangunan perpustakaan menjadi perpustakaan yang kaya akan bahan bacaan. 

Selain itu sekolah juga mendapatkan bantuan berupa lemari buku, meja, bangku, dan bean bag. Ruangan dihias menjadi ruangan yang menarik minat siswa agar siswa tertarik berada berlama-lama di perpustakaan dengan ilustrasi karakter yang unik dan lucu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan