Mohon tunggu...
WINDA LESTARI
WINDA LESTARI Mohon Tunggu... Mahasiswa - MAHASISWA MAGISTER ILMU KOMUNIKASI

Traveling

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Konvergensi Media dalam Industri Informasi dan Berita di Indonesia

29 November 2022   12:15 Diperbarui: 29 November 2022   12:16 213
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Teori Konvergensi Media 

 

Perkembangan teknologi menghasilkan banyak inovasi dalam bidang media. Saat ini, media online merajai industri dengan kecanggihan dan kemudahan yang dihasilkannya dalam menyampaikan informasi, berita bahkan hiburan. Masyarakat dimanjakan dengan produk inovasi yang membuat mereka nyaman karena memperoleh kemudahan akses informasi, berita dan hiburan dengan mudah dan murah. Perkembangan teknologi media ini tidak lepas dari suatu proses yang dinamakan konvergensi

Henry Jenkins (2004) mendefinisikan konvergensi media sebagai aliran konten di beberapa platform media, kerjasama industri dengan media dan kegiatan migrasi media. Fenomena ini terjadi akibat kemunculan teknologi digital dan media baru. Kedua hal ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan informasi di beberapa platform sekaligus. Beliau juga menjelaskan bahwa konvergensi media juga berarti kemampuan media untuk mengirimkan berbagai bentuk konten kepada masyarakat. Jenkins mengatakan bahwa konvergensi media akan selalu terjadi seiring dengan perubahan teknologi dan gaya hidup manusia. Informasi akan mengalir lebih cepat dan fleksibel dengan adanya konvergensi media. Dengan adanya konvergensi teknologi, satu gadget mampu melakukan banyak hal seperti bertelepon, mengirim email, menonton video, membaca buku dan lainnya. Konvergensi media mampu menggabungkan ketiga unsur ‘C’ yang terdiri dari computing, communication dan content. Konvergensi ini juga mempengaruhi ekonomi masyarakat itu sendiri.

Konvergensi Media di Indonesia

 

Salah satu alasan media-media di Indonesia melakukan konvergensi adalah supaya bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat yang mulai beralih dari menggunakan media konvensional ke menjadi media digital untuk kehidupan sehari-hari baik dalam memperoleh informasi, berita maupun hiburan.  Media-media jaringan nasional seperti Kompas, MNC, Viva sudah melakukan perluasan kegiatannya bukan hanya beralih menjadi media dalam format digital, namun juga ke dalam beberpa platform, seperti media sosial Youtube, Instagram dan Facebook. Perubahan dari televisi analog menjadi televisi digital sudah dimulai sejak beberapa tahun ke belakang. Perubahan model ini berpengaruh juga terhadap pasar dan industri produksi televisi yang mulai menggunakan teknologi digital dalam komponen material televisi.

Radio juga mulai melakukan konvergensi teknologi, diantaranya dengan membuat jaringan radio streaming yang berbasis internet, atau membuat suatu aplikasi yang bisa dinikmati oleh pendengarnya dengan segala kemudahannya. Radio yang identik dengan audio juga mulai melakukan inovasi dengan visual. Banyak radio yang mulai menjual konten produk melalui media online dalam aplikasi youtube, atau melakuakan siaran live melalui platform aplikasi Instagram. Penyiar yang dulu hanya bisa kita nikmati suaranya, sekarang bisa kita lihat sosoknya hanya dengan mengaksesnya melalui internet. Lebih jauh lagi, saat ini banyak radio yang masuk ke dalam layanan musik online seperti tune in atau noice, yang merupakan aplikasi berbasis internet untuk mendengarkan banyak saluran radio dari seluruh dunia.

Media cetak juga mulai bisa kita temukan dalam bentuk digitalnya. Sebut saja surat kabar Kompas, Republika, Tempo dan beberapa surat kabar lainnya mulai banyak yang menyajikan beritanya dalam bentuk digital, bukan berupa oplah lembar surat kabar cetak. Platform digital dibangun dalam rangka memenuhi mengejar target pembaca yang sekarang banyak menggunakan gawai, meskipun tidak sedikit juga yang masih menyukai surat kabar dalam bentuk cetak. Surat kabar digital bisa diakses dengan gratis, hanya dengan menggunakan akses data kuota internet. meskipun telah terjadi konvergensi teknologi dalam dunia surat kabar, namun banyak juga media cetak yang akhirnya gulung tikar ditengah persaingan usaha media karena merasa tidak mampu bersaing lagi dengan teknologi yang ada. Sebut saja tabloid Bola yang akhirnya tutup setelah 53 tahun berkiprah dalam dunia media cetak Indonesia, dikarenakan semakin semakin banyak platform media yang bisa diakses dengan mudah.

Konvergensi tidak hanya mengenai media eksisting yang sudah berkiprah dalam dunia jurnalistik di Indonesia. Konvergensi juga bicara mengenai timbulnya media-media baru dalam platform digital yang mulai populer setelah internet berkembang. Saat ini kita bisa dengan mudahnya mencari informasi dari banyak sekali portal berita, sebut saja Tirto, Kumparan, Narasi dan masih banyak lagi portal berita online yang menyajikan berita dengan cepat dan bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat yang menggunakan internet. 

Dinamika Konvergensi Media di Indonesia 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun