Mohon tunggu...
WILDAN AHMAD
WILDAN AHMAD Mohon Tunggu... Guru - SANTUYYYY

HIDUP SEPERTI LERI

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengawasan Orangtua terhadap Anak Dalam Situasi Pembelajaran di Masa Pandemi

2 Juli 2021   20:00 Diperbarui: 2 Juli 2021   20:42 89
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM SITUASI PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI

 Proses belajar mengajar merupakan interaksi timbal balik antara guru dan siswa di lingkungan sekolah. Kegiatan belajar dilakukan sebagai upaya penyampaian pesan dari sumber pesan kepada penerima. Pada kedaan yang nomal proses balajar mengajar di lakukan didalam kelas maupun di luar lingkungan kelas, kegiatan juga di laksanakan dengan tatap muka atau langsung didalam rungan kelas atau istilahnya tatap muka antara pengajar dengan peserta didik. Namum di masa pandemic ini pihak sekolah tidak menerapkan pembelajaran secara tatap muka, karena pihak pemerintah melarang kegiatan proses belajar mangajar menggunakan metode tatap muka, melainkan pemerinatah kepada pihak sekolah menganjurkan proses balajar mangajar menggunakan metode DARING (Dalam Jaringan) atau menggunakan metide belajar dari rumah (BDR).

Hal tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya penanganan untuk mengurangi penularan wabah virus corona yang melanda seluruh dunia. kenpa harus lingkungan sekolah di larang oleh pemerintah, PBB mengatakan lingkungan Pendidikan merupakan salah satu zona yang begitu terdampak dari adannya virus corona, oleh karena itu pemerintah menerapkan larangan tersebut sebagai kepeduliaan terhadap lingkungan Pendidikan maupun lingkungan sekolah.

Pemerintah Pendidikan menerapkan kebijakan tersebut pada tanggal 14 maret 2020 sampai batas waktu yang tidak ditentukan, pelarangan tersebut mengakibatkan proses belajar mengajar pada peserta didik yang awalnya peserta didik belajar di sekolah sekarang di ubah menjadi belajar di rumah. Selain itu proses penilaian ulangan harian, maupun UN terpaksa ditiadakan karena kedaan tidak memungkinkan.

Perubahan yang memicu pada proses pemebelajaran siswa yang dulunya menggunakan proses belajar tatap muka sekarang di ganti menggunakan proses pemebelajaran DARING atau di dalam jaringan, sangat mepersulit pemahaman siswa dalam memepelajari sebuah materi yang sudah di sher oleh guru. Sebelum menerpakan metode DARING guru dan siswa harus mempunyai fasilitas bersetandar teknologi misalnya, hanphone, leptop, paketan data, DLL. Sebagian kalangan orang dapat memenuhi fasilitas tersebut, namun juga banyak kalangan keluarga yang tidak mampu, oleh karena itu guru mempermudah siswanya jika tidak mempunyai falitas guru akan menyuruh siswa tersbut untuk belajar bareng dengan siswa yang lain maksimal 2 orang siswa.

Di masa sekarang virus corona semakin meluas, bahkan setiap lingkangan RT ada beberpa orang yang positif tertular virus corona, maka dari itu pembelajaran dengan cara DARING di perpanjang, siswa akan mendapatkan dampak yang cukup jelas yaitu proses pembelajaran yang susah di pahami, dan juga perkembangan pola pikir maupun motoric anak tidak bertambah melaiankan, siswa lebih suka main dengan HP di waktu luar pembelajaran. siswa yang memiliki kebiasaan bermain hanphone akan susah untuk focus ke pemebelajaran yang di samapaikan oleh guru, dan siswa akan menciptakan prilaku yang susah di atur.

Dalam pelaksanaan pendidikan daring reaksinya pula tentu sangat bermacam- berbagai, karena buat anak, teknologi hanya sebatas bermain. Konsumsi ponsel maupun fitur elektronik, semacam komputer dan laptop masih belum sangat akrab, terlebih buat anak tingkatan sekolah dasar, meski generasi masa dikala ini disinyalir lebih melek teknologi.

Oleh karena itu pihak lingkungan keluarga harus membatasi penggunahaan semartphone kepada anaknya, jika anak mengalami kecanduan akan mengurangi peningkatan dalam proses balajar siswa. Pada dasarnya siswa harus di bimbing oleh orang tua dan di awasi karena situasi saat ini tidak memungkinkan anak untuk belajar sendiri.

Danga pengawasan orang tua siswa akan lebih mudah mempelajari suatu materi yang di sampaikan oleh guru, semuakan berdampak kepada siswa karena siswa akan membiasaan meningkatan penegetahuan pemebelajaran, siswa akan terbiasa melakukan apa yang seharusnya di lakukan, oleh karena itu bimbingan atau awasan orang tua sangat penting untuk menciptakan kedisiplinan siswa dalam proses blajar mengajar.

TERIMAKASIH……….

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun