Mohon tunggu...
Widi Jatmiko
Widi Jatmiko Mohon Tunggu... -

gemar tulis-menulis

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Terkait Kecepatan, Moda Transportasi Pesawat Bukan Pilihan Utama untuk Jarak Berikut

2 September 2017   15:24 Diperbarui: 3 September 2017   09:37 749
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Masa'..." nadaku heran

Agus menimpali,"wah, enak mas. Kita bisa ke Gili Trawangan. Gak nyangka kita ke Gili Trawangan."

"Wah, beruntung kita. Milih Speed Boat. Setidaknya kita traveling. Hahaha..." aku berpendapat.

Agus mengatakan lagi "wah, kita gak nyesel pilih speed boat Mas. Ya minimal kita gak rugi lah. Mau pulang ini. "

Saat berada di perjalanan (Dok. Pribadi)
Saat berada di perjalanan (Dok. Pribadi)
Aku tanpa berpikir panjang, segera berdiri di sisi kiri ruang penumpang di bagian anjuran sambil merekam detik-detik sandarnya speed boat yang ku tumbangi di jembatan apung Gili Trawangan. 

Gili Trawangan tampak dari kejauhan (Dok. Pribadi)
Gili Trawangan tampak dari kejauhan (Dok. Pribadi)
Wow! Diluar dugaan! Padahal aku menyangka dari Pelabuhan Bangsal- Lombok Utara speed Boat menuju ke Pelabuhan Serangan. Ternyata tidak! Berhenti di dermaga apung di Gili Trawangan selama 15 Menit, lalu berlanjut ke Gili Air, dan kembali Lagi ke Pelabuhan Bangsal. 

Speed Boat hendak sandar di Dermaga Apung Gii Air
Speed Boat hendak sandar di Dermaga Apung Gii Air
Sekembalinya ke Pelabuhan Bangsal pada pukul 09.15. Kalau seperti ini, aku jadi mikir "Ini kan sama saja berkeliling ria di sekitaran Perairan Lombok Utara dengan mengitari 3 pulau kecil di wilayahnya? Wah, kalau gitu aku senang-senang saja kalalu belu menuju Pulau Serangan. Hehehe..."

Dari seberang Dermaga Kayu di Pelabuhan Bangsal, aku melihat seorang petugas pengawas keselamatan pelayaran mendekati speed boat. Kemudian dia langsung naik ke atas anjungan speed boat untuk penghitungan jumlah penumpang. Sepintas ku lihat dia membawa alat hitung yang biasa digunakan oleh pramugari. Memang, untuk penumpang yang naik di speed boat ini kalangan eksklusif. Bagaimana tidak eksklusif? Jumlah penumpang sekitar 110 Penumpang (mulai dari Pelabuhan Bangsal, Gili Trawangan, Gili Air, dan kembali lagi ke Pelabuhan Bangsal-red), kira-kira 95% berasal penumpang turis wisman. Sisanya orang lokal saja termasuk kami bertiga.

Singkat saja sekembalinya di Pelabuhan Bangsal, speed boat mengarah ke selatan. Itu artinya menuju ke arah Pelabuhan Serangan. Kami bertiga tetap di ruang penumpang di atas anjungan sembari menikmati perjalanan ini. aku tidak tahu pasti berapa kecepatan rata-rata speed boat ini.  Aku dapat mengetahuinya dengan waktu keberangkatan kedua dari Pelabuhan Bangsal pada pukul 09.30 dan tiba di Pelabuhan Serangan pada pukul 11.35, dengan jarak antar pelabuhan tersebut sejauh 54,45 Mil Laut (atau dikonversikan sama dengan 101 Km).

Detik-detik menjelang sandarnya Speed Boat di Pelabuhan Serangan (Dok. Pribadi)
Detik-detik menjelang sandarnya Speed Boat di Pelabuhan Serangan (Dok. Pribadi)
Nah, jika aku membandingkan dengan pesawat saat berangkat menuju Ke tempat pelatihan, khusus untuk jarak tempat pemberhentian, dibandingkan dengan speed boat, seperti ini;

Pesawat = Waktu Check In + Waktu Tunggu Take-Off + Nunggu Pengambilan Bagasi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun