Mohon tunggu...
Widi Kurniawan
Widi Kurniawan Mohon Tunggu... Pegawai

Pengguna angkutan umum yang baik dan benar.

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Pesan Makanan via Ojol, Hati-hati Salah Memberi Rating

1 September 2020   13:25 Diperbarui: 1 September 2020   21:35 1251 39 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pesan Makanan via Ojol, Hati-hati Salah Memberi Rating
Seorang ojol sedang memeriksa aplikasi di smartphone-nya (Foto: widikurniawan)

Beberapa tahun belakangan layanan ojek online (ojol) semakin diandalkan masyarakat. Tak hanya jasa transportasi, aplikasi ojol yang saat ini dikuasai oleh duo Gojek dan Grab juga merambah layanan lainnya, misalnya pengantaran makanan.

Seperti halnya layanan berbasis teknologi online lainnya, rating pengguna ojol adalah salah satu indikator kepuasan terhadap layanan yang diberikan. Rating yang berupa tanda bintang dengan jumlah satu hingga lima, bisa diberikan pengguna setelah selesai mendapatkan sebuah layanan.

Misalnya ketika seseorang selesai diantar oleh abang ojol ke suatu tujuan, biasanya di layar aplikasi akan muncul pilihan jumlah bintang yang akan diberikan. Rating bintang lima adalah yang paling dinanti para ojol, karena menandakan kepuasan pengguna.

Sebaliknya, rating rendah bahkan jika sampai bintang satu, bisa berujung masalah. Risikonya order selanjutnya yang bisa makin seret, sampai dengan akibat paling parah yaitu kebijakan putus mitra yang dilakukan oleh pihak aplikasi.

Tak heran banyak driver ojol selalu meminta pengguna untuk rela memberikan bintang lima usai mengantarkan penumpang. Terutama para ojol yang ramah dan tidak ada kendala ketika melakukan tugasnya.

Rating untuk pengantaran makanan
Sedikit berbeda dengan layanan transportasi, untuk layanan pengantaran dan pemesanan makanan menyediakan dua penilaian rating yang berbeda. Pertama, rating untuk penilaian pengantaran oleh si ojol yang muncul sesaat setelah makanan selesai diantarkan.

Kedua, rating untuk kualitas hidangan resto yang kita pesan, biasanya muncul belakangan di aplikasi dalam beberapa waktu kemudian untuk memberikan pemesan menikmati hidangannya terlebih dulu. Baik Go-Food maupun Grabfood memilki fitur penilaian semacam itu.

Penilaian rating pemesanan makanan via ojol ada dua macam seperti ini.
Penilaian rating pemesanan makanan via ojol ada dua macam seperti ini.
Nah, masalahnya tidak semua pengguna ngeh atau paham dengan sistem penilaian tersebut. Masalah yang kerap muncul adalah salah memberikan rating. Seharusnya rating diberikan ke restoran, eh malah ke driver ojol yang hanya bertugas mengambil dan mengantarkan makanan.

Contoh kasus yang kerap dikeluhkan oleh para ojol adalah ketika makanan yang dipesan ternyata rasanya tidak enak atau tidak sesuai dengan harapan. Si pemesan yang diselimuti emosi kemudian langsung memberikan rating bintang satu disertai komentar negatif di halaman penilaian pengantaran, bukannya di halaman penilaian kualitas hidangan resto.

Waduh, yang masak koki restoran kok yang dapat nilai jelek yang nganterin makanan?

Rating buruk dan komentar yang salah alamat (sumber: Instagram @lambe_ojol)
Rating buruk dan komentar yang salah alamat (sumber: Instagram @lambe_ojol)
Salah memberikan rating seperti itu jelas berakibat fatal pada si ojol. Nasib ojol dipertaruhkan di sini karena gara-gara rating jelek dia bisa jadi pengangguran. Apalagi jika ditambah komentar miring yang menyakitkan hati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x