Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hemat Itu Pangkal Kaya (?)

1 September 2022   18:11 Diperbarui: 1 September 2022   18:14 64 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tumpukan uang | sumber: bekawan.com

HEMAT ITU PANGKAL KAYA(?)

ketika aku masih duduk di sekolah rakyat
tahun enampuluhan
dalam pelajaran  bahasa indonesia
pak guru mengajarkan
tentang peribahasa bahasa indonesia
kata pak guru ada ratusan peribahasa bahasa indonesia yang isinya sangat penting
bagi pendikan akhlak
pak guru memberi contoh
peribahasa dalam salahsatu jam pelajaran :
"hemat itu pangkal kaya
orang bisa kaya
jika hidupnya  hemat
tidak boros
membelanjakan uang untuk hal-hal yang memang
perlu"
pengajaran pak guru cukup menarik bagi kawan-kawanku
saat itu
mereka melihat
banyak orang-orang kaya dikampungku
punya banyak sawah dan persil tanah
mereka hanya bertanya-tanya
dalam hati
apakah orang-orang itu kaya
karena hidup hemat
atau karena mendapat warisan dari orangtua mereka

di senja ungu yang turun perlahan
menikam bumi
ku masih merenung diberanda sepi
apakah peribahasa seperti itu
masih relevan di zaman ini?

di era ini
di zaman milenial
di era digital
di era disrupsi
di negeri ini
begitu banyak orang super kaya
uang mereka triliunan
apartemen mereka
bertebaran dimana-mana
persil tanah mereka berada di berbagai pulau
saham
biljet deposito
reksadana
surat-surat berharga
berlembar-lembar
apakah itu semua karena sikap hemat mereka?
apakah peribahasa "hemat pangkal kaya"
di gunakan oleh mereka?
apakah peribahasa itu
masih valid dan relevan di zaman kini?

lalu tiba-tiba vertigo menyerangku
aku takingat
apa-apa lagi.

Jakarta, 1 September 2022/pk.17.05
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan