Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pendeta Emeritus: Bersyukur Tiada Terukur

16 November 2021   17:35 Diperbarui: 16 November 2021   17:44 144 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pdt GKP | sumber:bandung.gkp.or.id

PENDETA EMERITUS: BERSYUKUR TIADA TERUKUR

kami para pendeta emeritus gkp
mengisi hari-hari dengan litani syukur
karena jamahan tangan Tuhan
menyegarkan dan menghidupkan
takbisa dibayangkan kami bisa bernafas
sehat segar
bisa menikmati makanan dan minuman
bisa tidur nyenyak di ranjang-ranjang tua
yang warnanya makin memudar
tanpa campurtangan Tuhan
tanpa Tuhan yang bertindak
dan mengintervensi
hidup keseharian kami

kami para pendeta emeritus gkp
merajut hari-hari kami
dengan mazmur syukur
tangan-tangan Tuhan yang ramah
memungkinkan
kami bertahan
dari cengkeraman pandemi
yang kuat mencekik
usia kami yang telah melampaui enampuluh
tahun
membuat kami makin menghayati
betapa kasihsetia Tuhan
 terusmenerus melimpahi bejana kehidupan kami

kami para pendeta emeritus gkp
telah bertekad kuat
untuk terus mengukir karya pelayanan bagi umat
hingga tubuh fana kami
rapuhluluh dimamah usia lanjut
seperti dulu tatkala kami belum memasuki emeritus
pelayanan kami
takkenal jeda
kami lebih mendahulukan pelayanan dari pada kepentingan beraroma
primordial
pelayanan kami  
takberbasis faktor-faktor berdimensi
sarkos yang profan dan kasatmata
tetapi berdasar pada panggilan
dari kuasa vertikal-transendental

kami akan terus melayani hingga akhir hayat
dalam spirit dan roh bersyukur tiada
terukur
ditengah himpitan pandemi dan
beban ekonomi
kami para pendeta emeritus gkp
akan tetap mendedikasikan diri
melayani umat, masyarakat, kaum marjinal
bahkan melayani bangsa dan negara!

Jakarta, 16 November 2021/pk. 16.27
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan