Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Makna Oikumenis Perjamuan Kudus Sedunia

7 Oktober 2021   06:30 Diperbarui: 7 Oktober 2021   06:38 347 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Cawan dan Hosti | Sumber : katoliknews.com

MAKNA OIKOUMENIS PERJAMUAN KUDUS SEDUNIA

dalam kehidupan gereja-gereja kristen se dunia
ada dua sakramen yang secara sakral
dilaksanakan gereja yaitu
baptisan kudus dan perjamuan kudus
gereja-gereja melayani dua sakramen itu
2 hingga 4 kali dalam setahun

sejak puluhan tahun yang silam
gereja-gereja sedunia merayakan
hari perjamuan kudus sedunia
setiap minggu pertama bulan oktober
gereja-gereja di indonesia mengukuhkan lagi
momentum itu
sebagai hari pekabaran injil indonesia
maka momentum minggu pertama bulan oktober
memiliki makna teologis dan oikoumenis
yang amat dalam
yang sangat dihargai oleh gereja-gereja secara universal
diseluruh jagat raya

gereja-gereja di seluruh dunia
dengan jutaan warga gereja didalamnya secara oikoumenis telah
merayakan perjamuan kudus sedunia
tanggal 3 oktober yang lalu
gerak kebersamaan oikoumenis yang mengejawantah simultan dan serentak tanggal
3 oktober itu
menandakan adanya kesatuan kekristenan secara mondial
yang kekuatannya tidak terletak pada manusia tetapi bersumber hanya pada darah dan tubuh TuhanYesus Kristus
yang telah rela mati demi kontinuitas hidup manusia

roti dan anggur yang dinikmati umat tanggal 3 oktober itu
adalah kemanunggalan tubuh umat yang lesulelah dengan tubuh Yesus Kristus yang telah mengalahkan kuasa kematian
dan telah menang dalam membangun dunia baru berhabitus baru

HPKD dan HPII 3 oktober yang lalu adalah juga wujud kesadaran gereja-gereja untuk terus bersatu
menghargai seluruh karya Yesus Kristus
dan konsientisasi
gereja bahwa tugas pekabaran injil.mesti sungguh-sungguh dilakukan gereja
gereja akan tereduksi hakikatnya sebagai gereja jika gereja bisu dan kelu terhadap aktivitas pekabaran injil
di lokusnya
di dunia virtual dan di dunia nyata.
Jakarta, 7 Oktober 2021/pk 4.10
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan