Mohon tunggu...
Warkasa1919
Warkasa1919 Mohon Tunggu... Freelancer - Pejalan

Kata orang, setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Aku dan Sang Waktu

14 Oktober 2018   14:17 Diperbarui: 18 Maret 2019   23:37 952
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

“Ada yang ingin bertemu dengan abang di ujung saja,”

Jawab wanita berkulit hitam manis ini seraya melepaskan genggaman tangannya. 

“Tapi sebelum kita kesana, kakak mau abang berjanji dulu,” katanya lagi seraya menatap kedua mataku dalam-dalam.

Kutatap wajah cantik wanita berwajah pucat tanpa riasan makeup di depanku ini. 

Sambil tersenyum kubalas tatapan mata sendu wanita yang mengenakan kerudung panjang berwarna hitam ini sambil menganggukan kepala.

Tiba-tiba saja wanita cantik berkulit hitam manis ini memeluk erat tubuhku. Sambil memeluk erat tubuhku dia berbisik pelan ditelingaku.

“Maukah abang berjanji padaku? Apapun yang terjadi nanti, abang tidak akan pergi meninggalkan kakak sendirian ditempat ini.

Kakak tidak mau nasib kakak berakhir seperti wanita diujung sana!" katanya lagi, sambil melihat kearah wanita tua di ujung sana.

“Iya,” jawabku pelan di telinganya.

Wanita cantik yang berwajah pucat tanpa riasan makeup itu semakin erat memeluk tubuhku. Kulumat bibir-nya. Cukup lama kami berpanggutan sambil berpelukan di tempat ini.

Dari balik bahu wanita berkulit hitam manis yang sedang memeluk erat tubuhku. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun