Mohon tunggu...
Warkasa1919
Warkasa1919 Mohon Tunggu... Lelaki Pendayung Sampan

Aku percaya setiap orang pasti memiliki cerita sendiri-sendiri di dalam hidupnya. Kata orang, setiap cerita pasti ada akhirnya, namun dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru. https://warkasa.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Novel

Aku dan Sang Waktu

12 Oktober 2018   22:00 Diperbarui: 12 Oktober 2018   22:50 0 12 2 Mohon Tunggu...
Aku dan Sang Waktu
aku-dan-sang-waktu-3-5bc0b742c112fe126d462ef2.jpg

Bagian Delapan

Diujung Rasa

 

*

Teringat pertemuanku beberapa waktu yang lalu dengan wanita berkulit hitam manis penyuka warna hitam yang saat ini sedang menggengam tangan kiriku memasuki ruangan Alam Hayalan.

Waktu itu, awalnya langit begitu cerah, namun setelah aku melewati pertigaan jalan yang tidak begitu ramai itu, tiba-tiba saja awan mulai menghitam. Dan tak lama kemudian hujan turun dengan deras-nya.

Setengah berlari aku mencari tempat untuk berteduh. Mataku melihat ada bangunan Rumah Makan berwarna biru langit di pinggir jalan. Tanpa pikir panjang aku segera berlari menuju ke arah Rumah Makan yang pintunya terbuka itu.

Didahului dengan " Salam " aku bergegas masuk kedalam Rumah Makan yang kulihat sedang tidak begitu ramai itu.

Kupesan segelas kopi susu pada seorang wanita paruh baya berusia sekitar tiga puluh lima tahunan yang datang menghampiriku, kubalas senyuman wanita yang wajahnya sedikit pucat tanpa riasan make up di depanku itu.

Penasaran dengan senyuman misterius wanita yang mengenakan kerudung panjang warna hitam itu. Sambil membakar sebatang rokok dibibirku, ekor mataku diam-diam mengikuti semua gerak tubuhnya yang perlahan mulai meninggalkanku hingga menghilang masuk kedalam ruang belakang Rumah Makan ini.

" Mau kemana bang? " Suara wanita berkulit hitam manis yang memakai setelan rok panjang berwarna hitam itu mengagetkanku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x