Mohon tunggu...
Wahyu Purnomo
Wahyu Purnomo Mohon Tunggu... Mahasiswa tingkat akhir prodi Sastra Indonesia. nyambi skripsi: kerja!

Belajar Menulis

Selanjutnya

Tutup

Bola

Tiga Cerita di Satu Sore yang Sama: Persebaya

4 April 2019   13:29 Diperbarui: 4 April 2019   14:10 66 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tiga Cerita di Satu Sore yang Sama: Persebaya
Persebaya.id

Rabu sore (3/4), Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya terlihat penuh sesak oleh kehadiran Bonek maupun K-Conk Mania. Pertandingan babak semifinal leg pertama Piala Presiden 2019 yang mempertemukan Persebaya Surabaya dengan Madura United berakhir dengan kemenangan tipis tuan rumah 1-0. Gol yang dicetak oleh Manu Jalilov tidak mampu disamakan oleh anak asuh Dejan Antonic sampai wasit meniup tanda berakhirnya pertandingan. Dengan skor ini Persebaya hanya membutuhkan hasil imbang pada laga kedua yang di helat di kandang Madura United.Permainan terbuka yang dilakukan oleh kedua tim setidaknya menciptakan beberapa peluang yang mampu membuat penonton menahan nafasnya sepersekian detik. Barisan pertahanan Madura yang bekerja keras ternyata mampu meredam kolektifitas serangan yang dilancarkan oleh anak asuh Djadjang Nurdjaman sepanjang babak pertama berlangsung. Persebaya baru mampu mencuri poin melalui sundulan kepala Jalilov di menit ke-64 menyambut umpan silang yang dikirimkan oleh Balde melalui sisi kanan serangan. Dalam posisi yang tak terkawal Jalilov dengan tenang mampu menceploskan bola ke gawang Madura.
**
Laga yang mempertemukan Persebaya dengan Madura united inipun menyedot perhatian para Bonek, meskipun sebelumnya telah memecahkan rekor penonton terbanyak pada piala Presiden saat melawan Tira-Persikabo. Nyatanya pada laga semifinal ini Bonek kembali mematahkan rekor yang telah mereka ciptakan. Tercatat 50.000 suporter memadati Gelora Bung Tomo Surabaya, yang tiketnya telah habis terjual dalam waktu kurang dari tiga hari selepas kemenangannya di babak sebelumnya, padahal saat itu Persebaya masih belum tahu akan berhadapan dengan siapa di  semifinal.

Selain antusiasme penonton yang tinggi pada babak semifinal ini, pertandingan kedua tim pun ditunggu oleh banyak pihak terutama para Bonek yang merindukan sosok Andik Vermansyah di markas Bajol Ijo. Seperti yang diketahui Andik adalah mantan punggawa Persebaya yang kini membela Madura United dengan segala drama dengan manajemen Persebaya yang mengiringi perjalanan karirnya sebelum membela Laskar Sape Kerab tersebut.
Perasaan emosional tersebut pun semakin menjadi ketika pertandingan usai. Para pemain Persebaya berkumpul di tengah lapangan untuk menyanyikan anthem Song for Pride bersama ribuan Bonek yang memadati stadion. Berdiri di antara Rendi Irwan dan Otavio Dutra, Andik tak kuasa menahan tangisnya ketika ikut menyanyikan anthem Persebaya tersebut, perasaan haru dan kesedihan tak bisa disembunyikan dari raut wajahnya. Sore yang tentu akan diingat olehnya saat ia berdiri menyanyikan Song for Pride bersama tim yang selalu ingin dibelanya, Persebaya Surabaya.
**
Pertandingan yang diselenggarakan tanggal 3 April 2019 ini bertepatan dengan hari kepergian salah satu legenda Persebaya Surabaya, Eri Irianto. 3 April 2000, setelah bertabrakan dengan salah satu pemain asing asal PSIM Yogjakarta, ia mendapat cedera yang cukup serius dan harus menjalani perawatan medik di rumah sakit. Namun, perawatan yang ia terima tak mampu membawanya kembali bertanding. Ia meninggal dunia di rumah sakit setelah selama empat jam mendapat pertolongan medis.


Laga melawan Madura United bertepatan dengan 19 tahun kematiannya. Sebelum hari pertandingan beberapa kelompok Bonek melakukan sosialisasi melalui media sosialnya masing-masing agar dalam pertandingan nanti, tepat pada menit ke-19 untuk melakukan minute of silence sebagai bentuk penghormatan Bonek dan Persebaya kepada almarhum Eri Irianto atas jasa-jasanya selama membela Persebaya. Selain melakukan minute of silence pihak manajemen Persebaya pun mengundang pihak keluarga dari almarhum untuk menyaksikan pertandingan Persebaya melawan Madura United di Gelora Bung Tomo.

Bahkan jauh sebelum pertandingan ini berlangsung pihak Persebaya pun telah memberikan penghormatan khusus kepada Eri Irianto, yaitu dengan memensiunkan nomor punggung 19 miliknya dan mengabadikan namanya sebagai nama mess Persebaya Surabaya, Wisma Eri Irianto yang berada di jalan Karanggayam nomer 1, Surabaya.

VIDEO PILIHAN