Mohon tunggu...
Wahda Nurul
Wahda Nurul Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa S1 Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Jember (191910501056)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Proses Perencanaan Industri Gula di Pabrik Gula Tjoekir, Jombang

12 April 2021   21:52 Diperbarui: 12 April 2021   21:58 203 0 0 Mohon Tunggu...

Agroindustri merupakan sebuah proses industri berbasis pertanian. dalam pembahasan kali ini akan membahas tentang proses perencanaan industri pertanian pada industri gula di Jombang. Pada kabupaten Jombang sendiri terdapat dua pabrik gula milik pemerintah yang dibawah naungan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN X) yaitu PG Djombang Baru dan PG Tjoekir yang berlokasi di desa cukir kecamatan diwek kab. Jombang. Layaknya industri gula lainnya tebu yang diproses pada pabrik gula Tjoekir berasal dari petani tebu yang berada disekitar pabrik gula.

Dalam industri pertanian yang efektif dan berkelanjutan terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan, meliputi:

  • Aspek Produksi
  • Dalam proses produksi gula di pabrik gula Tjoekir terdapat 7 tahap yang berurutan, yakni:
  • Emplacement
  • Tahap ini merupakan tempat penampungan tebu sementara sebelum tebu masuk ke dalam proses penggilingan. Pada pabrik gula Tjoekir memiliki 3 emplacement yaitu emplacement selatan, emplacement utara, dan emplacement tengah yang masing masingnya memiliki fungsi sendiri sendiri seperti pengecekan Ph di emplacement selatan.
  • Penggilingan
  • Tahap ini merupakan awal proses untuk membuat gula yang didapatkan dari nira (sari tebu). Tahap ini berfungsi sebagai ekstrasi dari tebu. Proses ini diharapkan dapat mengambil nira sebanyak mungkin dan mengusahakan kehilangan nira sekecil mungkin. Proses ini dilakukan dengan pemisahan antara padatan (ampas tebu) dan cairan (nira). Pada tahap ini terdapat beberapa peralatan seperti cane cutter.
  • Pemurnian
  • Tahap ini bertujuan untuk menghilangkan sebanyak mungkin kotoran yang ada dalam nira mentah dengan tetap menjaga agar jangan sampai sukrosa ataupun gula redusinya mengalami kerusakan pada aliran proses pada unit pemurnian. Bahan utama yang diolah dalam tahap ini adalah nira mentah.
  • Penguapan
  • Tujuan dari tahap ini adalah untuk menguapkan kandungan air dalam nira encer sehingga didapatkan nira kental.
  • Masakan
  • Tahap ini merupakan tahap yang digunakan untuk mendapatkan gula dengan cara kristalisasi. Kristalisasi sendiri dapat diartikan sebagai proses pembentukan kristal padat dari suatu larutan nira kental.
  • Putaran
  • Tahap ini berfungsi untuk memisahkan Kristal gula dengan stroop, tetes, dan klare melalui penyaringan dengan gaya sentrifugal. Pabrik gula Tjoekir memiliki 2 saringan yakni IIGF dan LGF.
  • Penyelesaian
  • Tahap ini merupakan tahap akhir atau tahap yang digunakan untuk menyelesaikan hasil hasil dari tahap putaran sehingga menghasilkan gula prosuksi.
  • Aspek Pasar
  • Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat sehingga pasar yang dituju dalam memproduksi gula adalah pasar umum atau khalayak ramai dan bukan skala kecil.
  • Aspek Distribusi
  • Dalam pendistribusiannya, gula yang dihasilkan didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah. Karena pasar yang diruju adalah skala besar bukan skala kecil. Dan permintaan pasar yang akan terus ada.
  • Aspek Teknologi
  • Maksud aspek ini adalah harus mampu berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang efisien. Dalam proses produksi di pabrik gula Tjoekir atau proses dari tebu menuju butiran butiran Kristal gula yang siap jual melewati beberapa stasiun diantaranya yaitu stasiun gilingan, stasiun penguapan, stasiun pemurnian, stasiun masakan, stasiun puteran dan yang terakhir adalah stasiun penyelesaian, setelah itu baru di bawa ke dalam gudang. Dalam setiap stasiun ini terdapat mesin mesin atau teknologi untuk pengolahan tebu agar menjadi gula. Seperti mesin puteran gula yang memisahkan antara gula dan stroop.
  • Aspek Manajerial
  • Aspek manajerial merupakan pemerluan sumber daya manusia yang mampu menjalankan manajemen agroindustri secara efisian. Dalam proses produksi pasti memerlukan sumber daya manusia yang mencukupi selain dengan teknologi. Pada pabrik gula Tjoekir dalam menerima karyawan atau perekrutan karyawan memiliki SOP tersendiri dimana Untuk memenuhi SDM yang berkualitas pada saat pembukaan giling tebu maka pabrik gula Tjoekir. Mengadakan pengrekrutan karyawan dengan sasaran utama adalah calon karyawan yang sudah pernah berkerja di pabrik gula Tjoekir itu di karenakan mereka lebih mengetahui atau pengalaman di pabrik gula Tjoekir sekaligus tidak perlu mentraining atau pelatihan dari awal yang memakan waktu banyak. Selain itu pabrik gula Tjoekir juga memiliki pemimpin organisasi yang kuat dan bijak.
  • Aspek Sosial
  • Pada aspek ini meninjau hubungan sosial pabrik gula Tjoekir dimana dengan mempertimbangkan pendayagunaan masyarakat dan merupakan sarana transfer dari teknologi dan bukan pesaing bagi tenaga kerja manusia. Bentuk hubungan sosial dari pabrik gula Tjoekir sendiri ditandai dengan adanya pembagian sembako kepada masyarakat sekitar pabrik gula Tjoekir. Kemudian dalam bentuk kepedulian lingkungan pabrik gula Tjoekir adalah dengan pembuatan saluran irigasi untuk petani. Selain itu pabrik gula Tjoekir juga memberikan 5 unit tenda untuk UKM di lingkungan sekitar pabrik gula Tjoekir.

Demikianlah pembahasan mengenai proses produksi gula di Pabrik Gula Tjoekir Jombang, yang ditinjau dari aspek prosuksi, pasar, distirbusi, teknologi, manajerial, dan sosial. Sehingga menciptakan industri pertanian yang efektif dan berkelanjutan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x