Mohon tunggu...
Vireo Pos
Vireo Pos Mohon Tunggu... Vireo Point Of Sales adalah sistem kasir berbasis android

Vireo Point Of Sales adalah sistem kasir berbasis android yang terintegrasi dengan banyak sistem pembayaran

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Gerakan Generasi Muda dalam HUT ke-73 RI

16 Agustus 2018   16:17 Diperbarui: 16 Agustus 2018   16:46 1109 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gerakan Generasi Muda dalam HUT ke-73 RI
hut-ri-5b753ce5ab12ae1c154a8ea3.png

Setiap tanggal 17 Agustus rakyat Indonesia merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan dengan meriah. Ada banyak cerita dibalik sejarah Hari Proklamasi Kemerdekaan dari para pahlawan hingga para penjajah.

Kemerdekaan yang diraih oleh tumpah darah para pahlawan selalu diutarakan, dan terngiang dibenak kita. Pada tanggal 17 Agustus 1945, para pahlawan kita akhirnya berhasil mengusir para penjajah dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban generasi bangsa saat ini untuk merefleksikan kemerdekaan tersebut sebagai modal pembangunan Nasional. Makna kemerdekaan menjadi modal pembangunan Nasional yang akan tercapai bila pembangunan tersebut ditujukan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus 2018 ini, Indonesia merayakan HUT yang ke-73. Usia 73 bisa dibilang sebagai usia yang matang bagi suatu Negara. Berbagai perubahan telah terlihat pada wajah Indonesia. Potret kehidupan jaman dulu menjadi sejarah indah sekaligus motivasi bangsa untuk berkembang dan menjadi Negara kuat.

Tetapi apakah motivasi tersebut telah terlaksana? Apakah kamu telah menyumbangkan prestasi untuk bangsa? Apakah kamu telah membalas tumpah darah pahlawan kita untuk bangsa ini?

Apapun alasanmu, kamu adalah generasi yang memiliki hutang budi kepada para pahlawan kita. Mengapa? Pahlawan kita lah yang telah memberikan kebebasan kehidupan bagi bangsa ini, bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita telah menikmati hasil dari pahlawan kita.

Mereka mengalami berbagai tindakan keji para penjajah. Mulai dari tanam paksa, kerja rodi dan romusha, pajak tanah Raffles, krisis pangan, kelaparan, berbagai penyakit yang melanda tanpa pengobatan, perbedaan strata masyarakat, serta perampasan asset pribadi dan keluarga. Tindakan tersebut di dapat mereka 'bagaikan burung dalam sangkar'.

Hal tersebut membuat mereka beradarah-darah mengorbankan segala jiwa dan raganya agar Nusantara ini terbebas dari penjajahan, dan merdeka! Kita bisa bekerja, sekolah, beribadah dan berbuat segala sesuatu dengan tenang setelah kemerdekaan itu diraih seperti sekarang ini.

Namun, apakah kita benar-benar merdeka? Apakah kita telah berdiri secara mandiri? Sebenarnya, Negara maju bisa menjadi Negara hebat dan dikagumi Negara lainnya dikarenakan moralitas penduduk yang hebat pula.

Banyak hal-hal sederhana yang bisa kita tiru dari masyarakat di Negara maju seperti, keteraturan, kedisiplinan, dan kejujuran. Memegang norma kebudayaan yang diwariskan nenek moyang dan semangat mereka yang terus dipertahankan adalah kunci keberhasilan mempertahankan kemerdekaan. Pendidikan moral yang dipupuk sedari kecil, adalah jalan kebajikan.

Proses metamorphosis dengan semangat untuk mencapai kesempurnaan harus dijadikan kebiasaan. Karena kita harus terus berusaha untuk menjadi sempurna walaupun usaha kita masih belum sempurna. Tenang dan sabar adalah dua hal yang berbeda tetapi harus dipegang teguh sama seperti prinsip para pejuang kemerdekaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN