Mohon tunggu...
Vicky Sandi Praditya
Vicky Sandi Praditya Mohon Tunggu... mahasiswa

Perencanaan Wilayah Kota Universitas Jember

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Ibu Kota Negara, Kenapa Harus Kalimantan?

13 September 2019   01:34 Diperbarui: 13 September 2019   01:38 0 1 0 Mohon Tunggu...

Beberapa hari belakangan banyak media massa ramai mengabarkan rencana pemerintah Indonesia yang akan memindahkan ibukota Negara ini. Di beberapa headline media menuliskan yang mana intinya pemindahan ibukota Negara selalu memiliki dampak tersendiri bagi Negara. Dalam berbagai hal pasti ada pro dan kontranya. 

Setiap orang memiliki perspektif yang berbeda-beda juga. Beberapa orang mengatakan bahwa pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan sudah tepat dikarenakan hal tersebut akan menjadikan pembangunan yang merata. 

Namun, banyak juga yang menanggapi bahwa sebaiknya ibukota tetap di Jakarta atau jika ipindah sebaiknya tidak di Kalimantan Timur. Hal tersebut juga tidak sekedar tanggapan tanpa alasan, kebanyakan berfikir bahwa jika pusat pemerintahan dan pusat bisnis terpisah dengan jarak yang cukup jauh maka hal tersebut akan menimbulkan banyak masalah lainnya.

            Negara Indonesia sejatinya merupakan Negara yang sangat besar dan luas. Populasi masyarakat di Indonesia mencapai kurang lebih 270 juta jiwa dengan persebaran di 17.504 pulau. Saat ini pualu yang paling padatdi Indonesia adalah plau Jawa dengan kepadatan penduduknya mencapai angka 1.317 jiwa/km. Hal tersebut menjadikan alasan pemindahan ibukota terjadi. Dikarenakan Jakarta yang kini kepadatan penduduknya sudah mencapai batas maksimal. Dibandingkan dengan Kalimantan yang jelas masih lebih memiliki banyak ruang bagi penduduk Indonesia.

            Namun pemindahan ibukota ini tentu saja memiliki berbagai dampak postif juga negative. Salah satu dampak negative nya adalah terjadinya kerusakan lingkungan atau deforestasi. Deforestasi adalah pengalihan lahan perhutanan menjadi area tertentu dengan cara menebang pohon atau hutan. Hal tersebut tentu jelas akan terjadi dikemudian hari ketika ibukota benar-benar dipindahkan di Kalimantan. Pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Kalimantan tentu membutuhkan banyak lahan yang apabila dilahan tersebut banyak pepohonan makan pohon tersebut akan ditebang untuk kemudian lahan tersebut akan di bangun infrastruktur baru penunjang ibukota sebagai pusat pemerintahan yang baru di Kalimantan.

            Kemudian yang menjadi keresahan warga adalah jika selanjutnya Kalimantan akan menjadi padat sama dengan Jakarta. Pada akhirnya Indonesia akan kehilangan jantungnya. Hutan akan terkikis di Kalimantan berganti dengan gedung-gedung tinggi pencakar langit, seperti di Jakarta saat ini.

            Tidak hanya hal tersebut, pemindahan ibukota dilihat dari letak wilayahnya juga memiliki hal positif yaitu lokasi wilayahnya yang ideal. Berada di tengah-tengah, merupakan lokasi yang strategis bagi pulau-pulau disekitarnya. Menjadikan Kalimantan sebagai kandidat nomor satu sebagai lokasi ibukota yang baru.

            Selain Kalimantan berada di tengah wilayah Indonesia dan juga memiliki lahan yang luas, Kalimantan juga menjadi pilihan untuk lokasi terbaru ibukota adalah karena Kalimantan merupakan daerah yang memiliki potensi bencana paling minimal disbanding beberapa daerah lainnya. Bencana ini termasuk seperti banir, gempa, tsunami, gunung berapi maupun erosi atau kebakaran hutan.

            Kemudian untuk bisa melakukan efisiensi dalam investasi awal infrastruktur, bappenas mengusulkan lokasi ibukota yang baru berada dikota yang sudah eksisting. Maksudnya adalah kota yang sudah memiliki akses mobilitas atau logistic. Seperti bandara atau pelabuhan. Bappenas juga bahkan mengusulkan agar ibukota baru nantinya berdekatan dengan pinggir pantai, karena Indonesia merupakan daerah yang dikenal sebagai Negara maritime, sehingga diusulkan agar ibukota baru nantinya tidak jauh dari pantai.

            Yang paling penting adalah ibukota harus memiliki tingkat layanan air minum, sanitasi, listrik dan jaringan komunikasi yang memadai. Demikian juga faktor social maupun budaya. Dan Kalimantan merupakan daerah yang dikenal bahwa masyarakatnya terbuka terhadap pendatang baru. Kemudian dari sisi pertahanannya, keamanan harus memastikan perimeternya sesuai. Untuk minimumkan vulnerability dari state dan juga untuk menjaga wilayah territorial. Dan tidak dekat dengan wilayah perbatasan Negara.

            Dari berbagai sumber yang beredar sampai saat ini, lokasi yang sudah strategis dan ideal sebagai lokasi ibukota yang baru adalah Kalimantan. Selain dari posisinya yang berada di tengah wilayah Indonesia, Kalimantan juga memiliki pelabuhan yang bisa dijadikan wilayah maritim. Lahannya juga masih luas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2