Gayahidup

Papa-Mama Melarang

12 Juni 2017   11:37 Diperbarui: 12 Juni 2017   11:50 1436 0 0

Situasi lingkungan perkotaan dewasa ini memang tak dapat diprediksi, banyak tindak kejahatan yang semakin marak di sekitar Jakarta. Hal tersebut sangat meresahkan setiap kalangan yang tinggal diperkotaan. Terlebih bagi para mahasiswa-mahasiswi yang aktif dalam kegiatan organisasi intra maupun ekstra kampus. Menurut pengalaman, kegiatan-kegiatan organisasi tersebut dapat berlangsung hingga larut malam. Tak heran banyak orangtua yang akhir-akhir ini melarang anak mereka untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun di sisi lain, dari hati terkecil seorang pegiat organisasi ingin selalu melakukan sesuatu kegiatan yang dapat menambah wawasan serta pengalaman yang luar biasa. lebih tepatnya ialah 'kecanduan' untuk berorganisasi atau lebih sederhananya ingin sekedr berkumpul bersama oranglain. 

Harapan dan kenyataan yang bertolak belakang sangat memberatkan pegiat organisasi dan juga orangtua. Harapan yang ingin dicapai ialah Orangtua tidak khawatir dan mahasiswa 'pegiat' organisasi dapat berorganisasi. Orangtua yang khawatir jika anaknya pulang malam karena banyaknya kegiatan yang dilakukan anaknya dan mahasiswa 'pegiat' organisasi yang resah dan gelisah jika tidak melakukan suatu kegiatan dengan teman-teman se-organisasinya. Kondisi saat ini memang sangat tidak menguntungkan bagi siapapun. Oleh karena situasi yang pelik, maka cara untuk mencapai harapan tersebut ialah :

Mahasiswa 'pegiat' organisasi

  1. Berikan informasi yang jelas kegiatan-kegiatan yang akan diikuti kepada orangtua.
  2. Menjadwal ulang kegiatan yang akan diikuti. 
  3. Disiplin akan Jam Pulang. Misal buatlah kesepakatan dengan orangtua batas jam pulang ialah jam 20.00 WIB.
  4. Buatlah kesepakatan dengan teman seorganisasi batasan jam aktif dalam berorganisasi.
  5. Selalu komunikasi dengan orangtua saat berada diluar rumah.

Orangtua

  1. Ketahui setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh anak.
  2. Selalu berkomunikasi dengan anak.
  3. Jangan mengekang keinginan anak, namun berikan pertanggungjawaban dan kesepakatan dengan membuat kesepakatan batas waktu untuk tiba di rumah.
  4. Setibanya di rumah jangan memarahi anak tetapi tanyakan apa saja yang dilakukan hari ini ?, dsb. Dan gunakan waktu tersebut untuk berkomunikasi dengan baik.

Demikian cara yang dapat  penulis sampaikan dan berharap tidak ada pertentangan antara mahasiswa 'pegiat' organisasi dan orangtua. Penulis berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. 

Salam SeNgat, Salam Senyum Semangat ^^9