Mohon tunggu...
Devy Arysandi
Devy Arysandi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Remahan Rakyat

Masih memanusiakan manusia dengan cara manusia hidup sebagai manusia yang diciptakan Tuhan untuk menjadi manusia sebaik-baiknya manusia.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pola Tidur dan Kaitannya dengan Kecerdasan

2 September 2021   10:32 Diperbarui: 2 September 2021   10:46 234
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

6. Dewasa Muda: Pada usia ini, tubuh sangat aktif dan membutuhkan waktu tidur selama 7-8 jam dalam semalam.

7. Dewasa Tengah: Mayoritas pada usia ini seseorang banyak yang mengalami insomnia dan umumnya menghabiskan waktu tidur selama 6-8 jam semalam.

8. Dewasa Akhir: Semakin bertambahnya usia, maka semakin berkurang waktu tidur karena pada usia ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 6 jam semalamnya untuk tidur.

Kecerdasan yang berhubungan dengan pola tidur kecerdasan yang dapat diukur secara kualitatif dan kecerdasan yang dapat diukur secara kuantitatif. Kecerdasan emosional (Emotional Quotient) yang dikenal sebagai "EQ" adalah salah satu kecerdasan yang diukur secara kualitatif. 

Sedangkan, kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient) yang lebih dikenal dengan sebutan "IQ" adalah kecerdasan yang diukur secara kuantitatif. Kedua kecerdasan ini berhubungan dengan pola tidur karena saling memengaruhi pencapaian seorang individu.

Kecerdasan emosional merupakan suatu kemampuan dalam pengendalian diri yang di dalamnya terdapat unsur perasaan individual dan perasaan terhadap orang lain. Pernyataan tersebut, menunjukkan bahwa kecerdasan emosional sangat diperlukan dalam diri seseorang sebab, EQ dapat menjadi indikator penilaian dari lingkungan terhadap seseorang. 

Tidak terkecuali untuk mahasiswa karena dengan adanya kecerdasan emosional maka mahasiswa tersebut dapat dan mampu untuk mengelola, mengendalikan, serta menghadapi perasaannya.

Hal terkait, disebutkan pula bahwa, kualitas tidur seseorang adalah salah satu indikator dalam menentukan psychological well-being di kalangan mahasiswa. Sementara itu, tidur yang tidak cukup dapat mengganggu kemampuan individu untuk mengontrol dirinya sendiri. 

Selain itu, bahwa kondisi tidur yang buruk tersebut dapat memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan, kelambatan dalam merespon sesuatu, dan kontrol atensi.

Sementara itu, kecerdasan intelektual merupakan suatu kemampuan yang dibutuhkan untuk menalar, berpikir, dan memecahkan suatu masalah. 

Kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional saling berkaitan karena pada dasarnya, kecerdasan intelektual diperuntukkan untuk menyelesaikan masalah kognitif dan kecerdasan emosional dibutuhkan untuk mengatasi masalah afektif. Merujuk pada suatu riset penelitian, yang telah diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience, ditemukan fakta bahwa kekurangan waktu tidur dapat mengubah struktur selubung myelin. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun