Mohon tunggu...
Artini Trisetiati
Artini Trisetiati Mohon Tunggu...

punya tiga peran: anak, istri dan ibu

Selanjutnya

Tutup

Catatan Pilihan

Waspadai Produk yang Anda Beli

3 Juni 2014   22:30 Diperbarui: 23 Juni 2015   21:44 218 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Waspadai Produk yang Anda Beli
1401780217265464026

Beberapa waktu lalu kita digemparkan dengan ditemukannya biskuit yang mengandung babi dan dijual secara bebas di sebuah retailer besar. Bagi kebanyakan konsumen di Indonesia yang hampir sebagian besar muslim, tentulah hal ini menjadi alarm untuk lebih berhati-hati dalam membeli suatu produk.Di Negara lain masalah kehati-hatian akan isi produk ini lebih kompleks lagi. Sebagai contoh di Amerika dan Jerman (baru Negara ini informasi yang saya peroleh) sedang terjadi boikot atas produk-produk yang memiliki relasi dengan Perusahaan Monsanto. Sebagai informasi Monsanto ini adalah perusahaan besar di Amerika yang bergerak di bidang pembudidayaan bibit, bioteknologi tumbuhan dan obat pelindung tanaman. Perusahaan ini banyak melakukan rekayasa genetik kepada bahan pangan dan obat-obatannya yang juga meningkatkan hormon secara berlebih, juga menggugat petani-petani tradisional atas pelanggaran hak paten. Adanya penggunaan hormon berlebih ini secara tidak langsung mengakibatkan perubahan gen pada tubuh manusia yang mengkonsumsinya. Bahayanya, produk dari Monsanto yang berupa obat-obatan atau pakan ternak juga dikonsumsi oleh hewan ternak yang kemudian dikonsumsi oleh manusia. Melihat sejarah panjang berdirinya perusahaan ini beserta kontroversinya, maka tentunya hal ini sudah seperti lingkaran setan.

Informasi ini telah lama muncul di laman FB saya yang dikirimkan oleh salah seorang teman, namun selama ini saya tidak begitu perhatian. Dalam pemikiran saya, perusahaan ini tidak ada hubungannya dengan kita di Indonesia. Ternyata saya salah, karena beberapa waktu lalu teman saya mengirimkan list produk yang sebaiknya tidak dibeli karena termasuk dalam produk Monsanto tersebut. Berikut listnya :









Bahkan seorang teman yang berdomisili di Jerman sengaja membuat list yang ditempel di kulkasnya sebagai pengingat saat belanja agar tidak membeli barang-barang tersebut. Bahkan lebih detil daripada yang saya peroleh sebelumnya.

14017802931636354063
14017802931636354063








Jika dicermati, dalam daftar tersebut terdapat juga nama-nama produk yang banyak beredar di Indonesia. Memang ada beberapa nama yang hanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu, bahkan sifatnya impor langsung dari Negara asal. Apakah produk yang dibuat di Indonesia memasukkan bahan dari Monsanto atau tidak, sepertinya harus diklarifikasi oleh produsen-produsen tersebut. Saya sendiri memulai untuk mencari alternatif lain, sebagai tindakan preventif.

Untuk membuktikan betapa berbahayanya bahan pangan yang sudah mengalami rekayasa genetik ini, dilakukan uji coba terhadap bibit jagung dari Monsanto dan bibit jagung organik. Kedua jenis bibit ini diletakkan diluar lumbung dalam amplop tertutup selama beberapa hari. Setelah satu minggu, bibit jagung organic telah habis dimakan tikus. Sedangkan bibit jagung yang dikeluarkan dari Monsanto bahkan amplopnya pun tidak rusak sama sekali. Hal ini menandakan bahwa binatang yang memiliki indra penciuman tajam bisa membedakan mana makanan yang berbahaya bagi mereka dan mana yang aman.

Bagi Negara-negara maju hal ini sudah menjadi isu besar, dan kesadaran untuk memilih makanan atau produk sehat mulai dipupuk sejak dini dan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Lain halnya disini, bahkan komentar teman saya atas informasi ini pun hanya, “slaman slumun slamet…” Alias untung-untungan, mau terkena radiasi atau tidak semua tergantung nasib :) . Barangkali bisa dipikirkan bagi Mendikbud yang akan datang untuk memasukkan kurikulum terkait “awareness" tentang lingkungan hidup? Just a finger cross…

14017813661374318331
14017813661374318331

http://bestmeal.info/monsanto/company-history.shtml

http://entjournal.wordpress.com/2012/11/28/devil-in-disguise-the-unethical-practices-of-monsanto/

Sanur, hari ketiga bulan Juni 2014

VIDEO PILIHAN